Social Icons

Rabu, 03 April 2013

Eris

Eris

Eris adalah dewi pertikaian. Dia adalah putri Zeus dan Hera, atau mungkin putri Niks. Dia sering disebut saudari Ares, dewa perang. Dalam mitologi Romawi, dia dikenal sebagai Discordia.

Eris adalah ibu Ate (dawa pertentangan dan kebodohan) dari hubungannya dengan Zeus. Eris juga adalah ibu Horkos ("sumpah palsu"). Dalam Theogonia, diceritakan bahwa Eris melahirkan beberapa anak yang melambangkan sifat yang buruk, misalnya Pertempuran, Perselisihan, Kelaparan, Perkelahian Kelalaian, Kekacauan, Kebohongan, Pembantaian, Pembunuhan, Keributan, Kehancuran, Kesedihan, dan Kesusahan.
Eris lebih dikenal sebagai personifikasi saja, meskipun dia pernah juga muncul dalam suatu cerita, yaitu sebagai pemicu terjadinya Perang Troya.

Karena dikhawatirkan bahwa Eris akan mengganggu acara pernikahan Peleus dan Thetis, dia pun tidak diundang. Eris marah dan sebagai balasannya, dia melempar sebuah apel emas ke tengah-tengah para tamu. Apel itu bertuliskan "Untuk Yang Tercantik." Tiga orang dewi mengklaim sebagai pemiliki apel itu, mereka adalah Hera, Athena, dan Afrodit. Mereka pun berdebat mengenai siapa yang berhak memperoleh apel itu.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Zeus memerintahkan mereka mendatangi seorang pangeran Troya bernaam Paris dan memintanya untuk memutuskan. Paris dengan bodohnya menghadiahkan apel itu untuk Afrodit, yang sebelumnya telah berjanji akan memberinya perempuan tercantik di dunia, Helene.

Peristiwa ini dikenal sebagai Keputusan paris. Akibat dari peristiwa ini berujung pada peperangan antara Yunani dan Troya, dan pada akhirnya membuat Gtroya hancur.
 
Sumber: dari sini
readmore...

Iris

Iris

Iris adalah pembawa pesan para dewa. Dia adalah putri Thaumas, putra dewa laut Pontos, dan Okeanid Elektra. Iris adalah saudari monster bersayap yang dikenal sebagai Harpi. Dia berperan sebagai pembawa pesan Hera, seperti halnya Hermes, yang bertaags sebagai pembawa pesan Zeus. Dia digambarkan sebagai perempuan muda yang bersayap dan membawa sebuah tongkat.

Iris adalah seorang dewi yang perawan. Dia juga adalah dewi pelangi.

Iris muncul dalam petualangan para Argonaut. Dia meyakinkan pahlawan Zetes bahwa para Harpi tak akan lagi mencuri makanan dari Fineus sang peramal buta.

Sumber: dari sini
readmore...

Eileithyia

Eileithyia (kanan) pada lukisan guci

Eileithyia adalah dewi kelahiran. Dia adalah putri Zeus dan Hera. Dia merupakan saudari Ares dan Hebe, dan kemungkinan Eris. Eileithyia adalah pelindung para bidan.

Eileithyia melakukan tugasnya di bawah perintah ibunya, Hera. Ketika Leto sedang mengandung Apollo dan Artemos, Hera menyiksa Titan itu. Karen merupakan anak perempuan Hera, Eileithyia tidak diperbolehkan membantu Leto melahirkan. Walau bagaimanpun, Artemis berhasil terlahir lebih dulu. Tidak sampai sehari kemudian, Artemis membantu ibunya melahirkan Apollo>

Eileithyia juga menghambar proses kelahiran Herakles, supaya sepupu Herakles, yaitu Eristheus, yang menjadi raja dan bukan Herakles. Alkmene dan Herakels bisa saja mati kalau saja bidan Alkmene tidak memperdayai Eileithyia.

Menurut seorang penyair bernama Olen, Eileithyia adalah ibu Eros, dewa dan personifikasi cinta.

Eileithyia adlah dewa pra-Hellen yang terkenal, di Kreta selama periode Minoa dan Mykenai, tempat banyak ditemukannya suaka Eileithyia. Pemujaannya ada sejak periode Minoa Pertengahan (2000-1700 SM). Namanya ditemukan dalam lembaran Linear B Zaman Perunggu, yang mana dia disebut Eleuthia (E-RE-U-TI-JA). Di Yunani daratan, dia paling banyak disembah di Lakonia.

Setelah invasi Doria, Eileithyia tidak banyak berperan dalam mitologi, dan sebagian besar perannya diambil alih oleh Artemis.

Sumber: dari sini
readmore...

Hebe

Hebe dan elang

Hebe adalah dewi masa muda dan musim semi. Dia adalah putri Zeus dan Hera. Dia merupakan saudari Ares dan Eileithyia, dan kemungkinan Eris. Hebe bertugas di Olimpus sebagai pembawa minum bagi para dewa. Dalam peran itu, dia kadang dikenal dengan nama Ganimede.

Hebe menikahi Herakles ketika sang pahlawan menjadi dewa setelah meninggal.

Ketika anak-anak Herakles (Heraklid) dianiaya oleh Euristheus, yang merupakan sepupu Herakles dan raja Mykenai, tidak ada yang mau memberikan mereka tempat berlindung. Iolaos, keponakan dan sahabat Herakles, adalah satu-satunya pelindung dan penyelamat mereka. Namun lama-kelamaan Iolaos pun menjadi tua lemah. Dia lalu berdoa kepada para dewa. Atas izin Herakles, Hebe menjadikan Iolaos muda lagi selama satu hari. Setelah menjadi muda kembali, Iolaos bertempur melawan Euristheus dan berhasil membunuhnya. Euristheus dipenggal dan kepalanya diabwa ke hadapan Alkmene, ibu Herakles. Meski Euristheus telah mati, Alkmene masih karena Euristheus menganiaya putra dan cucu-cucunya. Alkmene pun mencungkil kedua mata Euristheus.

Sumber: dari sini
readmore...

Aristaios

Patung Aristaeus

Aristaios adalah dewa pedesaan dan pelindung para peternak lebah. Aristaios adalah putra Apollo dan nimfa Kirene, putri Hipesos, raja bangsa Lapith di Thessalia. Aristaios memiliki seorang saudara bernama Idmon, seorang prajurit peramal, yang juga merupakan seorang Argonaut.

Apollo jatuh cinta pada Kirene, yang bertarung melawan seekor singa. Apollo memperkosanya dan Kirene pun melahirkan seorang putra yang diberi nama Aristaios. Aristaios lalu diasuh oleh seorang kentaur bijak bernaam Kheiron. Apollo sendiri membawa Kirene ke Libya, di sana Kirene mendirikan suatu kota yang dia namakan sesuai dengan namanya, Kyrene.

Aristaios mewarisi atau mempelajari keahlian meramal dan pengobatan dari ayahnya. Dia juga merupakan seorang pemburu yang handal seperti ayah dan ibunya. Selain itu, Aristaios juga sangat ahli dalam beternak lebah dan bertani zaitun. Gurunya antara lain Kheiron, Musai, serta banyak nimfa hutan dan gunung.

Aristaios menikah untuk waktu yang singkat dengan seorang nimfa, namun dia kemudian jatuh cinta dengan nimfa lainnya yang bernama Euridike. Sayangnya Euridike telah menikah dengan seorang musisi bernama Orfeus, yang juga anak Apollo. Tapi Aristaios tidak menyerah, dia tetap mengejar sang nimfa hingga Euridike digigit ular dan mati.

Para driad, yang merupakan saudari Euridike, menghukum Aristaios dengan membuat kawanan lebahnya mati akibat penyakit. Aristaios memanggil ibunya untuk mencari tahu mengapa lebah-lebahnya mati. Kirene menyarankan putranya untuk mendatangi Proteus, dewa laut bijak yang mengetahui banyak hal. Namun untuk dapat memperoleh informasi dari Proteus, Aristaios harus dapat memegangi Proteus. Untungnya dia berhasil melakukannya.

Dari Proteus, Aristaios mengetahui bahwa para driad menghukumnya atas kematian saudari mereka, yang pada akhirnya juga mengakibatkan kematian Orfeus. Aristaios hanya dapat menyelamatkan ternak lebahnya dengan cara memberikan kurban bagi para driad dan Orfeus. Akhirnya Aristaios mengurbankan seekor banteng di hutan. Sembilan hari kemudian sekawanan lebah mengerumuni kerangka banteng itu.

Aristaios menikah lagi, kali ini dengan Autonoe, putri Kadmos, raja Thebes. Aristaios pindah ke Thebes tempat dia tinggal bersama istri keduanya. Autonoe memberinya seorang putra bernama Aktaion. Aktaion menjadi seorang pemburu hebat namun harus mati akibat membuat dewi Artemis marah.

Ketika sedang berduka cita akibat kematian putranya, Aristaios meninggalkan Thebes dan pergi ke pulau Keus, untuk membantu penduduknya mengakhiri panas yang tak wajar, yang diakibatkan oleh rasi bintang Sirius yang sedang bangkit dari laut.

Seperti halnya Dionisos dan Herakles, Aristaios terlahir sebagai manusia yang kemudian disembah sebagai dewa. Aristaios kemungkinan adalah dewa ternak lebah, budidaya zaitun, dan pembuatan keju. Dia juga kemungkinan adalah dewa perburuan.

Hesiodos menggambarkan Aristaios sebagai pria berambut panjang.

Sumber: dari sini
readmore...

Silenos

Silenus dan dua orang Bacchantes

Silenus atau Seilenos adalah seorang makhluk tua mirip satir yang merupakan kawan dewa Dionisos. Silenos menganggap Dionisos sebagai putra angkatnya. Silenos mengajari Dionisos cara menanam anggur dan mengolahnya menjadi minuman anggur. Silenos bergabung dengan para pengikut Dionisos lainnya dalam ritus pesat dan perayaan yang memabukkan.

Silenos dan para pengikut Dionisos lainnya pernah ditangkap oleh raja Thrakia yang bernama Likurgos.

Midas, raja Lydia, juga pernah menolong Silenos ketika Silenos tersesat dan kebingungan. Atas jasanya itu, Midas diberikan sentuhan emas oleh Dionisos.

Sumber: dari sini
readmore...

Pan

Pan

Pan adalah dewa hutan. Ayahnya adalah dewa Hermes, sedangkan ibunya adalah Penelopeia atau mungkin putra Driops. Pan juga adalah dewa pelindung para gembala.

Pan adalah makhluk mirip satir dengan kepala dan dada manusia, namun di bawah perutnya, dia memiliki kaki kambing. Pan juga memiliki tanduk pada kepalanya. Biasanya dia terlihat di hutan dan pegunungan di Arkadia. Pan juga ikut serta dalam rombongan Kharites.

Kata panik berasal dari namanya, karena dia sering mengagetkan para pengelana, terutama ketika dia meniup keong (kerang).

Pan juga memainkan pipa gelagah, sebuah alat musik yang dia ciptakan yang di kemudian hari sering dimainkan oleh para gembala. Diceritakan bahwa Pan mencitai seorang wanita pemburu bernama Syrinx dan ingin memperkosanya. Syrinx berusaha melindungi keperawanannya dan melarikan diri dari Pan. Ketika menemui jalan buntu, Syringx berdoa kepada para dewa supaya dilindungi. Para dewa menjawab doanya dengan cara mengubahnya menjadi gelagah di pinggiran sungai. Pan akhirnya mengambil beberapa batang gelagah itu dan mengikatnya menjadi satu, lalu menggunakannya sebagai alat musik tiup yang disebut "syrinx".

Dalam kisah lainnya, Pan pernah berlomba melawan Apollo dalam sebuah kontes musik. Jurinya adalah tiga dan salah satunya adalah Midas, raja Lydia yang memiliki sentuhan emas. Pan memainkan syrinx sedangkan Apollo memainkan lira. Semua juri menyatakan bahwa Apollo adalah pemenangnya, kecuali Midas. Akibatnya Apollo marah kepada Midas dan mengubah telinganya menjadi telinga keledai.

Pan dianggap sebagai dewa muda, seperti Dionisos, Herakles, dan Dioskuri.

Sumber: dari sini
readmore...

Hekate

Tiga Hecate

Hekate adalah putri Perses atau Persaios dengan Asteria, keduanya merupakan keturunan para Titan. Dia juga disebut sebagai putri Demeter.

Hesiodos berulang kalu menyatakan dalam Theogonianya bahwa Zeus sangat menghormati Hekate. Hekate dapat melimpahkan kekayaankepada siapa saja yang berdoa dan berkurban padanya. Hekate memiliki bagian kekayaan di Olimpus, di bumi, dan di dunia bawah. Ini karena dia adalah dewi bulan, dewi bumi (kesuburan), dan sekaligus juga dewi dunia bawah.

Hekate kadang disamakan dengan dengan Rea, Demeter dan Persefone sebagai dewi bumi dan dewi kesuburan. Selain itu, dia kadang disamakan dengan Persefone sebagai dunia bawah. Hekate adalah dewi malam dan dikenal sebagai dewi tak terlihat, yang ditemani oleh anjing-anjing neraka. Ketika Persefone diculik, Hekate mencoba menghibur Demeter. Hekate memberitahu Demeter bahwa dia mendengar tangisan Persefone namun tidak mengenali penculiknya. Adalah Hekate yang menyarankan supaya Demeter bertanya pada Helios, dewa matahari yang melihat segalanya. Di kemudian hari, ketika Persefone tinggal bersama Hades selama setengah tahun setiap tahun di dunia bawah, Hekate menjadi kawannya sehingga Persefone tidak merasa kesepian.

Seperti halnya Artemis dan Selene, Hekate juga adalah dewi bulan, namun dia adalah dewi yang diasosiasikan dengan sisi gelap bulan.

Hekate juga dikaitkan dengan Ifigeneia, putri Agamemnon dan Klitaimnestra. Dalam Katalog Para Wanita, Hesiodos menyatakan bahwa ketika orang Yunani mengurbankan Ifigeneia, Artemis mengubahnya menjadi dewi Hekate.

Hekate juga adalah dewi ilmu sihir. Penyihir terkenal, Medeia, adalah salah satu pendeta di kuil Hekate di Kolkhis. Dalam perang melawan para Raksasa, Hekate membunuh Raksasa Klitios dengan obornya.

Berdasarkan sejarawan asal Sisilia, Diodoros Sikolos, dalam tulisannnya mengenai Iason dan para Argonaut, Hekate bukanlah seorang dewi, melainkan seorang penyihir di Tauris, dan merupakan cucu Helios. Hekate terkenal atas kekejamannya, dia meracuni ayahnya dan menikahi pamannya, Aietes raja Kolkhis. Hekate menjadi ibu Kirke dan Medeia. Sebagai pendeta tinggi Artemis di Tauris, Hekate memiimpin pengurbanan semua orang sing yang datang ke Kolkhis.

Sumber: dari sini
readmore...

Persefone

Persephone

Persefone adalah dewi dunia bawah. Dia adalah putri Zeus dan Demeter. Nama lainnya adalah Kore ("gadis").

Sebelum diculik oleh Hades, dia adalah dewi musim semi, jagung, buah, dan bunga. Setelah diculik, dia menjadi dewi dunia bawah. Persefone saat itu sedang bermain di padang rumput bersama kawan-kawannya, para Okeanid. Saat itulah Hades melihat dan langsung jatuh cinta padanya. Hades lalu membawa pergi Persefone ke dunia bawah.

Disebutkan bahwa Hades membuat kesepakatan dengan saudaranya Zeus, mengenai penculikan dan pernikahan Persefone yang terjadi tanpa sepengetahuan Demeter. Adalah Hekate dan Helios yang mengungkapkan penculikan Persefone pada Demeter. Hades berhasil menjadikan Persefone sebagai istri sekaligus ratunya. Hades melakukannya dengan cara memerdayainya. Hades membuat Persefone memakan buah delima dunia bawah sehingga Perefone menjadi terikat di dunia bawah dan harus tinggal bersama Hades. Namun, Zeus atau Hermes berhasil membuat Hades dan Demeter berkompromi mengenai dimana dan kapan Persefone harus tinggal. Persefone harus tinggal selama setengah tahun di dunia bawah bersama suaminya Hades dan setengah tahun lagi di dunia atas bersama ibunya Demeter.

Di dunia bawah, Hekate menjadi kawannya. Persefone adalah saudari tiri Despoina, dewi kuda, yang kadang disamakan dengan dia sendiri.

Versi yang sedikit berbeda mengenai menculikannya dapat dilihat di Metamorphoses karya Ovidius dan Fabulae karya Hyginus.

Beberapa catatan menyebutnya sebagai putri Zeus dan Stiks, dewi sungai dunia bawah. Ini mengindikasikan bahwa dia selalu tinggal di dunia bawah. Dalam beberapa mitos, Persefone muncul lebih sebagai penguasa dunia bawah bahkan lebih daripada Hades sendiri, dan dalam beberapa kasus Hades bahkan tidak muncul sama sekali.

Berdasarkan Ovidius dan geografer Strabo, Persefone mengubah wujud seorang nimfa yang bernama Minthe menjadi tanaman yang kini dikenal sebagai mint. Persefone melakukannya ketika tahu bahwa Hades berselingkuh dengan nimfa tersebut.

Dalam mitos mengenai pemuda bernama Adonis, Persefone adalah saingan Afrodit dalam memperebutkan cinta Adonis. Seperti halnya Hades dan Demeter, Persefone dan Afrodit pun melakukan kompromi. Hasilnya adalah bahwa Adonis harus tinggal sepertiga tahun di dunia bawah bersama Persefone, sepertiga tahun bersama Afrodit, dan sepertiganya lagi Adonis bebas memilih.

Suatu hari pahlawan Athena Theseus berusaha membantu sahabatnya, Peirithoüs, raja Lapith, untuk menculik Persefone, karena sang raja ingin menikahi putri Zeus itu. Namun sayangnya Hades telah mengetahui rencana mereka. Hades dengan ramah menyambut mereka di dunia bawah. Ketika Theseus dan Peitithos duduk di kursi, mereka langsung lupa rencana mereka untuk menculik Persefone, Selain itu tubuh mereka langsung diikat oleh batu dan tak bisa lepas.

Dalam sajak Romawi, Afrodit, mengirim Psikhe, untuk mengambil kotak kecantikan dari Persefone. Hanya para dewa yang bisa melihat isi di dalamnya, jadi ketika Psikhe membuka kota itu, dia langsung terkena kutukan tidur abadi.

Hades dan Persephone

Dalam Himne Homeros untuk Demeter, dikatakan bahwa Persefone adalah wanita pedang emas dan buah-buahan lezat. Karena itu beberapa seniman menggambarkan Persefone membawa pedang di satu tangan dan sekeranjang buah-buahan di tangan yang lain.

Pohon kesukaannya adalah poplar dan willow.

Menurut satu sumber, dalam pernikahannya bersama Hades, Persefone melahirkan Ploutos dewa kekayaan. Meskipun Persefone dan Hades lebih sering dianggap sebagai pasangan tanpa anak. Ploutos biasanya disebut sebagai saudara tiri Persefone dan putra Demeter dan Iason.

Biasanya Persefone disebut sebagai putri Zeus dan Demeter, namun dalam beberapa catatan, ibunya adalah Rea. Kadang Demeter disamakan dengan Rea, namun Demeter mewakili aspek Rea yang berbeda.

Berdasarkan mitos Orfeus, Rea adalah istri Kronos. Setelah melahirkan Zeus, Rea berganti nama menjadi Demeter. Setelah menjadi penguasa dunia, Zeus memperkoa ibunya sendiri, Rea/Demeter, dan hasil dari hubungan itu adalah persefone.

Berasarkan sajak-sajak Orfeus, ditulis oleh para filsuf Neoplatonis (abad ke-3 - ke-4 M), Zeus memperkosa putrinya sendiri, Persefone, dalam wujud ular. Persefone pun melahirkan Dionisos atau Zagreus

Menurut mitos Orfeus juga, Pesefone adalah yang memberi putusan tentang roh-roh mana saja yang berhak memasuki Elisium. Sementara roh-roh yang tidak disukainya, akan dihukum di Tartaros atau bereinkarnasi.

Sumber: dari sini

readmore...

Thetis

Pesta pernikahan Thetis dengan Peleus

Thetis adalah seorang dewi laut. Ia merupakan salah satu dari kelompok nimfa laut yang dikenal sebagai Nereid. Thetis adalah putri Nereus dan Doris. Thetis kemungkinan adalah dewi laut terpenting, karena dia memainkan peranan penting dalam beberapa peristiwa penting dalam mitologi Yunani.

Menurut Homeros, suatu hari Hera, Poseidon, dan Athena memberontak melawan Zeus, dan membelenggunya. Melihat pemberontakan itu, Thetis memanggil Briareus, salah satu Hekathonkheire, untuk menyelamatkan Zeus. Karena itulah, Thetis pun disayang oleh Zeus.

Ketika Hera melahirkan Hefaistos tanpa pasangan, dia mendapati bahwa Hefaistos buruk rupa sehingga melemparnya dari Olimpus. Ketika Hefaitos terjatuh ke bumi di pulau Lemnos atau ke laut, ia pun menjadi pincang. Adalah Thetis yang menyelamatkannya dan merawatnya hingga sembuh di guanya. Karena bantuan itulah, di kemudian hari Hefaistos bersedia membuatkan seperangkat zirah baru bagi putra Thetis, Akhilles, dalam Perang Troya.

Thetis juga pernah menyelamatkan para Argonaut dari ancaman monster Skilla dan pusara air Kharibdis, dengan cara mengarahkan kapal Argo menjauhi kedua monster itu.

Thetis merendam Achilles dalam guci berisi air dari sungai Styx

Baik Zeus maupun Poseidon ingin menyetubuhi Thetis tapi mereka kemudian memperoleh ramalan dari Thetis, atau mungkin dari Titan Prometheus, bahwa putra Thetis kelak akan menjadi lebih hebat dari ayahnya. Mendengar ramalan itu Zeus dan Poseidon tak bernafsu lagi pada Thetis karena takut dikalahkan jika Thetis melahirkan putra dari mereka. Disebutkan pula bahwa Thetis tak mau disetubuhi oleh Zeus karena ia memiliki hubungan dekat dengan Hera. Pada akhirnya Zeus menikahkan Thetis dengan seorang pahlawan bernama Peleus, raja Phthia. Akan tetapi, seperti dewa laut lainnya, Thetis memiliki kemampuan berubah wujud. Sebelum Peleus dapat menikahi Thetis, ia terlebih dahulu harus menangkapnya ketika sang dewi sedang tertidur di guanya. Pelues juga harus mampu memegangi Thetis ketika ia berubah wujud menjadi api, air, singa, serigala, dan beragam bentuk lainnya hingga Thetis menyerah dan bersedia menikah dengan Peleus.

Akan tetapi pernikahan Thetis diganggu oleh Eris, dewi pertikaian, satu-satunya dewi yang tak diundang dalam acara itu. Eris marah dan melempar apel emas ke tengah-tengah para tamu. Apel itu bertuliskan "Untuk yang Tercantik." Tiga dewi yang kuat (Hera, Athena, dan Afrodit) masing-masing mengklaim bahwa merekalah yang tercantik dan berhak atas apel itu. Pada akhirnya Paris ditunjuk sebagai juri, dan ia memilih Afrodit sebagai penerima apel emas. Keputusan tersebut berujung pada Perang Troya, yang mengakibatkan kematian Akhilles, putra Thetis.

Thetis dan Peleus memiliki banyak putra, Thetis secara diam-diam berusaha membuat ketujuh putranya abadi dengan cara mengurapinya dengan ambrosia, lalu membakar bagian manusianya di api. Namun sebelum ia dapat menyelesaikan prosesnya dengan putra bungsunya, Akhilles, Peleus menghentikannya sehingga Thetis menjatuhkan putranya. Tubuh Akhilles menjadi kebal dari semua senjata, kecuali bagian tumitnya. Thetis sendiri marah akibat interventi Peleus dan ia pun pergi meninggalkan suaminya.

Thetis memohon kepada Zeus

Karena Thetis memiliki kemampuan meramal, ia tahu bahwa putranya memiliki dua pilihan takdir. Jika Akhilles tidak pergi ke Troya, ia akan menjalani hidup yang panjang namun biasa saja sebagai seorang petani. Jika ia pergi berperang, ia akan memperoleh kejayaan dan ketenaran dalam perang, namanya akan terus abadi, tapi ia akan mati muda. Thetis berusaha mencegah Akhilles mengalami pilihan yang kedua.

Ketika pasukan Yunani mengumpulkan tentara untuk bergabung dalam pasukan, Thetis menyembunyikan Akhilles di istana Likomedes, raja di pulau Skiros. Thetis mendandaninya seperti perempuan. Pasukan Yunani diberitahu oleh sang peramal Kalkhas bahwa Troya tidak akan dapat dikalahkan tanpa bantuan Akhilles. Tapi pahlawan cerdik Odisseus berhasil mengetahui tipuan Thetis dan membuka penyamaran Akhilles. Pada akhirnya Akhilles bersedia bergabung dengan pasukan Yunani.

Berdasarkan ramalannya, Thetis memperingatkan Akhilles untuk tak membunuh Tenes, putra Apollo dan raja Tenedos, jika tidak maka Akhilles akan mati dibunuh oleh Apollo. Akan tetapi, ketika tiba di pulau Tenedos, Akhilles melupakan pesan ibunya dan membunuh Tenes.

Thetis memberikan baju zirah pada Achilles

Ketika Akhilles berseteru dengan komandannya, Agamemnon, dan mundur dari pertempuran, ia meminta kepada ibunya untuk membuat Agamemnon menyelesai perbuatannya. Thetis pun mendatangi Zeus dan membujuknya untuk membuat pasukan Yunani menderita akibat membuat Akhilles marah. Akhilles pada akhirnya kembali bertempur setelah sahabat sekaligus kekasihnya, Patroklos, dibunuh oleh pahlawan Troya, Hektor.

Karena ia telah memberikan zirah pemberian ayahnya kepada Patroklos, maka kini Akhilles tak lagi memiliki zirah, sebab Hektor telah merebut zirahnya dari badan Patroklos. Kali ini Thetis kembali membantu putranya. Thetis mendatangi Hefaistos, dewa pandai besi, dan memintanya membuat seperangkat zirah baru bagi Akhilles.

Tak lama setelah Akhilles membalaskan dendam kematian sahabatnya dan membunuh Hektor, ia sendiri terbunuh beberapa bulan kemudian. Seperti telah diramalkan oleh Thetis, Apollo mengarahkan panah yang ditembakkan oleh Paris ke tumit Akhilles, yang merupakan satu-satunya kelemahannya. Thetis dan para saudarinya, yaitu para Nereid, menangisi kemetian Akhilles.

Thetis memutuskan untuk memberikan zirah Akhilles kepada tentara Yunani yang paling berani. Hanya Aias, sepupu Akhilles, dan Odisseus, raja Thrakia, yang berani bersaing untuk memperebutkan zirah itu. Ini pada akhirnya berujung pada kematian Aias.

Di kemudian hari, Thetis, mengundang Peleus ke rumahnya di lautan, dan menjadikan suaminya abadi. Meskipun dalam versinya lainnya, Peleus dibunuh oleh para putra Akastos, dan Thetis meratapi kematian suaminya.

Sumber: dari sini



readmore...
Jasa Desain Cover