Social Icons

Kamis, 04 April 2013

Tikhe

Patung Tyche

Tikhe adalah dewi keberuntungan. Tikhe kemungkinan adalah seorang Okeanid (putra Okeanos dan Tethis), atau putri Zeus dan Hera. Dalam mitologi Romawi, dia dikenal sebagai Fortuna. Ada juga dewi nasib baik yang bernama Felicitas, yang kemungkinan tidak terkait dengan Tikhe maupun Fortuna.

Tikhe nampaknya bekerja bersama dengan dewi Nemesis. Tikhe bertugas memberi nasib beruntung kepada seseorang, dan Nemesis bertugas menarik nasib baik dari orang yang dirasa tak pantas mendapatkannya.

Tikhe tidak banyak diceritakan dalam kisah mitos.

Sumber: dari sini
readmore...

Morfeus

Morpheus dan Iris

Morfeus adalah dewa mimpi. Dia adalah putra Hipnos (dewa tidur). Morfeus digamabrkan sebagai dewa bersayap hitam.

Dalam mitologi Romawi, Morfeus adalah salah satu dari kelompok dewa mimpi, yang dikenal sebagai Oneiroi. Ada 999 dewa mimpi lainnya yang juga merupakan putra Hipnos. Namun hanya dua (selain Morfeus) yang namanya diketahui, yaitu Ikelos (atau Fobetor) dan fantasos.

Morfeus dapat mengubah wujudnya menjadi manusia manapun, Ikelos dapat mengubah wujudnya menjadi hewan apapun, dan Fantasos dapat mengubah wujudnya menajdi objek alam, misalnya tanah, batu, pohon, atau air. Kemampuan tersebut hanya bisa dilakukan dalam mimpi manusia.

Morfeus hadir dalam mimpi Alkione. Dia muncul dalam wujud Keiks, suami Alkione.

Sumber: dari sini
readmore...

Hipnos

Hipnos dan Thanatos

Hipnos adalah dewa tidur. Dia adalah putra dewi Niks dan saudara kembar Thanatos. Saudara Hipnos lainnya adalah Moros, Nemesis dan Moirai. Hipnos adalah ayah Morfeus. Hipnos tinggal di gua di pinggir sungai Lethe.

Dalam Perang Troya, Zeus memihak pasukan Troya sedangkan Hera memihak pasukan Yunani. Supaya bisa leluasa membantu pasukan Yunani, Hera meminta Hipnos untuk menidurkan Zeus. Pada awalnya Hipnos menolak, karena sebelumnya Hipnos pernah hampir dihukum oleh Zeus karena berani menidurkannya. Peristiwan tersebut terjadi setelah Herakles menaklukan Troya. Hipnos menidurkan Zeus sehingga Hera bisa dengan mudahnya membuat kapal Herakles hancur di pulau Kos. Ketika sudah bangun dan mengetahui apa yang terjadi pada putranya, Zeus langsung marah besar. Olimpus berguncang dan Zeus sangat murka pada Hipnos. Sang dewa tidur lalu kabur pada ibunya, Niks. Zeus tidak berani macam-macam dengan Niks sehingga Hipnos bisa selamat.

Supaya Hipnos mau menidurkan Zeus lagi, Hera membujuk Hipnos dengan janji akan menikahkannya dengan Pasitheia. Hipnos setuju dan mengabulkan permintaannya. Hera lalu berhubungan seksual dengan Zeus sampai Zeus terlena, dan saat itulah Hipnos menirukan Zeus. Setelah Zeus terlelap, pasukan Yunani memperoleh keunggulan dalam Perang Troya, bahkan Hektor hampir terbunuh oleh Aias.

Setelah Sarpedon dibunuh oleh Patroklos, Hipnos dan Thanatos diperintahkan untuk membawa jenazahnya ke Likia.

Sumber: dari sini
readmore...

Thanatos

Thanatos membawa jenazah Sarpedon

Thanatos adalah dewa kematian. Dia adalah putra Niks dan saudara kembar Hipnos, Moros, Nemesis, dan Moirai. Di Troya, Thanatos dan Hipnos membawa jenazah Sarpedon ke tempat asalnya di Likia, setelah Patroklos membunuhnya.

Ketika Alkestis ditakdirkan mati menggantikan suaminya. Herakles bertarung dengan Thatanos demi menyelamatkan Alkestis dari dunia kematian. Herakles menang dan Alkestis pun hidup kembali. Di kemudian hari, Herakles bertarung lagi dengan Thanatos di dunia bawah, ketika Herakles sedang menjalankan tugas kedua belasnya. Thanatos lagi-lagi dikalahkan dan diampuni oleh Herakles atas permintaan Persefone.

Sumber: dari sini
readmore...

Erinyes

Erinyes

Erinyes adalah dewi-dwei yang menghukum orang-orang yang melakukan pembunuhan dalam keluarga. Mereka adalah Alekto, Tisifon, dan Megaira. Mereka terlahir dari darah yang yang terciprat dari alat kelamin Uranus, seperti halnya para Gigant dan Meliai. Merka memiliki penampilan yang mengerikan, sorot maat mereka menakutkan, dan terdapat ular di kepala atau tangan mereka, tangan mereka juga ada yang memegang obor yang menyala-nyala.

Erinyes nampaknya tinggal di dunia bawah. Erinyes bertugas membawa roh-roh terkutuk ke Tartaros untuk dihukum, setelah sebelumnya dihakimi oleh Themis. Erinyes juga bertugas menyiksa roh-roh tersebut.

Salah satu korban Erinyes yang terkenal adalah Orestes. Dia membunuh ibunya sendiri, sehingga Erinyes memburu Orestes selaam bertahun-tahun. Erinyes juga menimpakan kegilaan padanya. Orestes akhirnya bisa bebas setelah menjalani pengadilan para dewa. Dalam pengadilan tersebut, Orestes dibantu oleh dewi Athena. Rakyat Athena juga membantu menenangkan Erinyes dengan cara membangun kuil untuk Erinyes di kota Athena. Sejak itu Erinyes disebut juga sebagai Eumenides (Yang Baik).

Alkmaion juga pernah membunuh ibunya, dan dia pun dibuat gila oleh Erinyes.

Sumber: dari sini
readmore...

Moirai

Moirai

Moirai adalah tiga dewi takdir. Mereka terdiri atas Klotho, Lakhesis, dan Atropos. Menurut Hesiodos, mereka merupakan tiga orang anak perempuan Niks, dewi malam. Dalam versi selanjutnya, mereka dikenal sebagai putri Zeus dan Themis, dan kemungkinan mereka juga adalah saudari Horai, kelompok dewi musim.
Klotho ("pemintal") adalah dewi yang emintal benang kehidupan;; Lakkhesis ("pembagi nasib") menenun benang itu menjadi suatu pola, menetapkan takdir bagi tiap orang; dan Atropos ("yang tak terelakkan") bertugas mengakhiri kehidupan seseorang dengan cara memotong benang kehidupan.

Dalam mitologi Romawi, mereka dikenal sebagai Fata atau Parcae ("pembawa"). Parcae memiliki fungsi yang mirip dengan Moirai. Nona dan Decima adalah dewi kelahiran Romawi, yang perannya mirip dengan Klotho, dan kemungkinan Lakhesis juga. Parca, atau yang kadang-kadang disebut Morta, adalah dewi kematian Romawi dan seringkali disamakan dengan Atropos.

Nama lainnya untuk "takdir" atau "keniscayaan" adalah Ananke, yang dalam mitos Orfik disebut Adrasteia.
 
Sumber: dari sini
readmore...

Horai

Horai

Horai adalah tiga orang anak perempuan Zeus dan Themis. Mereka pada awalnya merupakan personifikasi musim, yaitu musim semi, musim panas, dan musim dingin.

Di kemudian hari, mereka menjadi personifikasi abstrak dari hukum dan ketertiban. Mereka terdiri atas Eirene ("kedamaian"), Eunomia ("ketertiban"), dan Dike ("keadilan"). Mereka barangkali adalah saudari para Moirai, dewi takdir.

Di kota Athena, nama-nama mereka berbeda, yaitu Thallo ("mekar" -> musim semi), Aukso (""meningkat" -> musim panas), dan Karpo ("berbuah" -> musim gugur).

Ketika Afrodit terlahir dari buih lautan, para Horai datang menyambutnya. Horai kemudian mendandaninya dan membawanya ke Olimpus. Seperti para Kharites, Horai juga menjadi pengawal dan kawan Afrodit.
Dalam mitologi Romawi, mereka dikenal sebagai Pax, dewi kedamaian Romawi.

Sumber: dari sini
readmore...

Nemesis

Nemesis

Nemesis adalah dewi pembalasan bagi perbuatan jahat atau nasib baik yang tak layak. Dia adalah putri Niks, dewi malam. Ada mitos aneh bahwa ada dua orang dewi bernama Nemesis dan keduanya adalah putri Niks.

Nemesis adalah dewi hukum dan keadilan, selain juga dewi pembalasan. Nemesis menghukum orang yang berbuat jahat atau yang memperoleh nasib baik yang tak layah. Jadi jika dewi Tikhe memberikan nasib baik bagi seseorang, Nemesis dapat dengan mudah menariknya jika dia merasa bawha orang tersebut tak pantas memperoleh nasib baik itu.

Beberapa mengatakan bahwa Nemesis adalah ibu Helene dari Troya, berdasarkan Bibliotheke karya Apollodoros, Poetica Astronomia karya Hyginus dan Kypria (Siklus Epik). Afrodit membuat Zeus jatuh cinta kepada Nemesis. Zeus berusaha memperkosanya namun Nemesis terus kabur dari Zeus. Nemesis mengubah wujudnya menjadi seekor ikan, kemudian menjadi seekor angsa betina. Zeus tak menyerah, dia pun ikut berubah menjadi seekor angsa jantan. Dalam wujud itu Zeus memperkosa Nemesis.

Dalam versi yang berbeda menutu Hyginus. Zeus berhasil memperkosa Nemesis melalui suatu tipuan. Afrodit menyamar sebagai seekor elang yang sedang berpura-pura memburu Zeus, yang menyamar sebagai seekor angsa. Dewi Nemesis merasa kasihan dan menolong angsa itu. Nemesis lalu tertidur sambil memeluk sang angsa. Pada saat itulah, Zeus dalam wujud angsa memperkosa Nemesis. Setelah puas, Zeus pun langsung pergi. Untuk mengenang peristiwa ini, Zeus mencitrakan satu rasi bintang di angkasa yang berbentuk seekor angsa, kini dikenal sebagai konstelasi Cygnus.

Dari perkosaan itu, Nemesis melahirkan telur berwarna biru dan perak, yang ditemukan oleh seorang gembala atau mungkin oleh Hermes. Telur itu diberikan kepada Leda. Dari telur itu menetaslah seorang perempuan yang diberi nama Helene. Leda membesarkan Helene seperti putrinya sendiri.

Dalam seni Yunani, Nemesis kadangkala digambarkan sebagai dewi bersayap, membawa dahan apel di satu tangan dan roda keberuntngan di tangan yang lain. Dia juga ditampilkan dalam kereta perang yang ditarik oleh griffin. Penulis dan seniman kuno awal menggambarkan Nemesis sebagai wanita muda dan cantik yang bersayap dan berpakaian putih, sedangkan generasi selanjutnya menampilkannya sebagai makhluk yang menyeramkan dan menakutkan.

Sumber: dari sini
readmore...

Kharites

Kharites

Kharites adalah kelompok yang terdiri atas tiga orang dewi yang melambangkan kecantikan, keindahan, dan keanggunan. Dalam mitologi Romawi, mereka dikenal sebagai Gratiae. Mereka merupakan anak perempuan dari Zeus dan Eurinome, yang merupakan putri Okeanos dan Tethis. Ketiga Khariets adalah Kharis atau Aglaia ("kemegahan"), Eufrosine ("kegembiraan"), dan Thalia atau Pasitheia ("keceriaan").

Menurut Homeros, dalam Perang Troya, Hera menjanjikan kepada Hipnos, dewa tidur, bahwa dia akan menikahkan Hipnos dengan Pasitheia asalkan Hipnos mau menidurkan Zeus.

Homeros juga menyebutkan Hefaistos, dewa pandai besi, menikah dengan salah satu Kharites, yakni Kharis atau Aglaia.

Kharites tinggal di Olimpus bersama para dewa Olimpus. Mereka biasanya berperan sebagai pengiring atau kawan Afrodit, dan di lain waktu mereka ada bersama Hera. Kharites pertama kali disembah di sungai Kefisos, di Orkhomenos, Boiotia. Eteklos, putra dewa sungai Kefisos, adalah yang pertama kali memberikan kurban bagi Kharites.

Mereka merupakan tokoh yang terkenal dalam seni. Mereka biasanya digambarkan sebagai sekelompok wanita muda yang cantik dan telanjang yang sedang menari bersama.

Sumber: dari sini
readmore...

Rabu, 03 April 2013

Musai

Apollo dan para Musai

Musai adalah kelompok dewi yang menginspirasikan manusia. Mereka adalah dewi yang ahli dalam bidang seni, sastra, dan ilmu.

Menurut orang Boiotia, pada awalnya Musai hanya terdiri tiga orang anak perempuan Uranus dan Gaia, mereka adalah:
  • Aoide ("lagu"),
  • Melete ("meditasi" atau "praktik"), dan
  • Mneme ("ingatan").
Dalam versi Boiotia, disebutkan bahwa Musai tinggal di Gunung Helion, sedangkan versi selanjutnya menyebut bahwa rumah Musai adalah di dekat Gunung Olimpus, di Peiria, Makedonia. Mereka pertama kali disembah oleh Aloadai, raksasa kembar, yang bernama Otos dan Efialtes, di Gunung Helion di Boiotia, yang disebut-sebut sebagai tempat kelahiran mereka.

Athena dan para Musai

Versi yang lebih baru dan terkenal menyebutkan bahwa Musai merupakan sembilan orang anak perempuan Zeus dan Titan Mnemosine ("ingatan"), dan kadangkala dikenal sebagai Kamenai. Zeus berhubungan seksual dengan Mnemosine selama sembilan malam berturut-turut sehingga Mnemosine melahirkan sembilan orang putri yang menjadi Musai. Mereka lahir dan tinggal di sekitar Peiria.

Musai berkuasa atas seni dan ilmu, dan masing-masing Musai memiliki spesialisasi tersendiri. Mereka terdiri atas:
  • Kalliope - "puisi epik"
  • Kleio - "sejarah"
  • Erato - "puisi cinta"
  • Euterpe - "puisi lira"
  • Melpomene - "drama tragedi"
  • Polihimnia atau Polhimnia - "puisi suci"
  • Terpsikhore - "paduan suara" dan "tarian"
  • Thaleia - "drama komedi"
  • Urania - "astronomi"
Musai terkenal akan kelihaian mereka dalam menari, menyanyi, dan bermain musik. Mereka biasanya digambarkan bersama Apollo, dewa musik di Olimpus.

Kalliope kemungkinan adalah Musai yang paling terkenal. Tidak hanya sebagai yang tertua dan pemimpin para Musai, dia juga merupakan ibu dua orang musisi terkenal, Orfeus dan Linos, kemungkinan dari hubungannya dengan Apollo atau dengan raja Thrakia yang bernama Oiagos, putra Pieros.

Meskipun demikian, dalam fragmen yang tak diketahui, suatu baris menyebutkan bahwa Linos merupakan putra Urania, saudari Kalliope, sedangkan menurut Homeros dan Hesiodos, Linos adalah putra Apollo dan Aithusa, putri Poseidon.

Musai disebutkan berperan dalam mengajari Orfeus, seorang musisi terkenal dan juga seorang Argonaut. Mereka mengajarinya bernyanyi, sedangkan Apollo kemungkinan mengajarinya memainkan lira. Para Musai ikut ikut berduka cita ketika Orfeus mati akibat dikoyak-koyak oleh para Mainad, para perempuan pengikut Dionisos.

Musai ikut bernyanyi dalam pernikahan Kadmos dan Harmonia, selain juga dalam pemakaman Akhilles.

Mereka kadang-kadang cukup pendendam jika ditantang oleh musisi manusia. Mereka membutakan mata Thamiris karena dia berani menyombongkan diri dan menantang Musai. Mereka juga mengubah para putri Pieros menjadi burung Magpie karena berani menantang Musai dalam suatu kontes.

Dalam Odisseia, Musai juga membutakan mata seorang penyair Faiakia yang bernama Demodokos di istana raja Alkinus. Akan tetapi, Musai memberinya kompensasi dengan menganugerahkan kepadanya kemampuan bernyanyi yang luar biasa.

Sumber: dari sini

readmore...
Jasa Desain Cover