Social Icons

Rabu, 03 April 2013

Amfitrit

Amfitrite

Amfitrit adalah dewi sungai. Dia adalah putri Nereus dan Drois atau mungkin putri Okeanos dan Tethis. Dalam mitologi Romawi, Amfitrit dikenal sebagai Salacia.

Poseidon pernah berusaha memperkosanya, namun Amfitrit mencari pertolongan kepada Titan Atlas. Pada akhirnya Poseidon berhasil menikahinya setelah Delphin membujuk Amfitrit. Sebagai istri Poseidon, Amfitrit menjadi ibu Triton, Rhode, Albion, Kharybdis dan Benthesikime.

Seperti saudaranya Zeus, Poseidon juga berselingkuh dengan banyak wanita dan dewi. Akan tetapi tak seperti Hera, istri Zeus, Amfitrit tidak cemburu dan marah. Amfitrit bersikap baik terhadap anak-anak Poseidon dari wanita lain, terutama dengan pahlawan dari Athena, Theseus.

Ketika Zeus mengirim petir dan kilat untuk membuktikan bahwa Minos, raja kreta, adalah putranya, Minos melemparkan sebuah koin emas ke dalam laut dan menyuruh Theseus mengambilnya, untuk membuktikan bahwa dia memang putra Poseidon. Ketika Theseus menyelam ke dalam laut untuk mengambil koin itu, Amfitrit tidak hanya memberikan koin itu kepada Theseus, melainkan juga memberinya mahkota emas.

Sumber: dari sini
readmore...

Doris

Relief Doris

Doris adalah seorang dewi laut. Dia merupakan putri Okeanos dan Tethis. Doris terkenal sebagai ibu dari lima puluh orang nimfa laut yang disebut Nereid. Suami Doris adalah Nereus, seorang dewa laut kuno.

Doris tidak memiliki kisah mitos tersendiri. Dia kemungkinan hanyalah suatu personifikasi.

Sumber: dari sini
readmore...

Triton

Triton

Triton adalah putra dari Poseidon dan Amfitrit, dewi laut. Tubuh bagian atasnya adalah manusia dan tubuh bagian bawahnya adalah ekor ikan dengan sisik berwarna hijau. Di bahunya terkadang terpasang kerang laut. Triton tinggal bersama ayahnya di istana bawah laut.

Triton membawa terompet berbentuk keong yang dia tiup untuk menenangkan atau membuat ombak. Suara terompet tersebut mampu membuat raksasa ketakutan.

Triton juga adalah dewa danau Tritonis di Libya. Ketika para Argonaut terjebak di gurun pasir, Triton menunjukkan jalan dari danau Tritonis ke laut.

Sumber: dari sini
readmore...

Proteus

Proteus memeluk seorang perempuan

Proteus adalah dewa laut minor. Dia adalah putra sulung Titan Okeanos dan Tethis. Proteus sering disebut sebagai "Pria Laut Tua". Proteus memiliki 999 saudara yang kesemuanya adalah dewa sungai.

Proteus memiliki kemampuan mengubah wujud dan juga mampu melihat masa depan. Jika ada yang berhasil menangkapnya, maka dia akan menjawab pertanyaan dari penangkapnya terkait masa depan mereka. Orang yang pernah melakukannya adalah Menelaos, tujuh tahun seusai Perang Troya.

Sumber: dari sini
readmore...

Aiolos

Aiolos memberi Odisseus kantung berisi angin

Aiolos adalah dewa angin dan penguasa pulau Aiolia. Dia adalah putra Hippotas.

Ketika Odisseus mengunjungi pulaunya, Aiolos memberinya kantung besar berisi angin kencang. Aiolos melarang Odisseus membukanya.

Dewa angin lainnya adalah Boreas (angin utara), Zefiros (angin barat), Notos (angin sealtan), dan Euros (angon timur). Dalam mitologi Romawi, keempat dewa angin tersebut dikenal sebagai Aquilo, Favonius, Auster, dan Argestes.

Sumber: dari sini
readmore...

Eos

Eos

Eos adalah dewi fajar. Dia adalah putri Hiperion dan Theia. Orang Romawi mengenalnya sebagai Aurora.

Beberapa mengatakan bahwa Eos membawa fajar dengan mengendarai kereta perangnya melintasi langit, sedangkan beberapa lainnya menyebutkan bahwa dia adalah dewi bersayap. Kuda-kuda penarik keretanya bernama Lamps dan Faithon.

Eos adalah saudari Helios dan Selene. Eos menikah dengan Astraios dan menjadi ibu Boreas, Notos, dan Zefiros, dan bintang-bintang, termasuk planet Venus, dikenal sebagai bintang pagi, yang disebut Eosforos ("Pembawa fajar") atau Fosforos ("Pembawa cahaya").

Eos juga memiliki kekasih seorang raja bernama Tithonos, putra raja Troya, Laomedon, yang dengan demikian menjadikannya saudara Priamos. Dari hubungan ini, Eos menjadi ibu Memnon, pemimpin pasukan Ethoipia dalam Perang Troya. Putranya dibunuh oleh Akhilles pada tahun terakhir perang.

Eos meminta Zeus untuk membuat Tithonos abadi, tapi dia lupa meminta Zeus menjadikan Tithonos awet muda. Akibatnya Tithonos tidak dapat mati namun terus bertambah tua. Akhirnya Eos mengubah Tithonos menjadi jangkrik.

Kemungkinan kekasih Eos lainnya adalah Kefalos, suami Prokris; raksasa pemburu, Orion; dan Kleitos, keturunan Melampos.

Sumber: dari sini
readmore...

Selene

Selene dan Endymion

Selene adalah dewi bulan. Ia adalah putri Hiperion dan Theia. Bangsa Romai mengidentikannya dengan Luna.

Selene adalah saudari dewa matahari, Helios, dan dewi fajar, Eos. Ia juga merupakan ibu seorang putri bernama Pandi dari hubungannya dengan Zeus.

Selene kemungkinan disetubuhi oleh Pan, yang menawarkannya seekor biri-biri yang indah sebagai hadiah.

Selene terkenal atas cintanya kepada Endimion, seorang raja awal Elis dan juga seorang gembala. Dari Endimion, Selene memperoleh lima puluh anak perempuan. Zeus memberi pilihan kepada Endimion apakan ingin tetap menjadi manusia ataukah ingin awet muda. Endimion ingin awet muda, namun akibatnya ia harus tertidur selamanya.

Menurut Himner Homeros, kepala Selene bersinar terang, dan ia mengenakan mahkota emas. Selene mandi di samudra, sebelum kemudian mamakai pakaian bercahaya. Ia juga menjelajahi langit dengan mengendarai kereta perang yang ditarik oleh kuda bersurai panjang. Meskipun demikian, Selene juga digambarkan memiliki sayap yang panjang dan dapat terbang seperti burung.

Selene terkadang disamakan dengan Artemis dan Selene, yang juga diidentikkan dengan bulan.

Menurut Diodoros, Selene awalnya adalah manusia. Ia bunuh diri ketika para Titan menenggelamkan saudaranya di sungai Eridanos. Ia dan saudaranya lalu diubah menjadi dewa bulan dan matahari.

Sumber: dari sini
readmore...

Dewa Minor








Di bawah ini adalah beberapa dewa minor dalam mitologi Yunani. Para dewa minor dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu dewa langit, dewa bumi, dewa air, dan dewa lainnya.

Dewa langit

Dewa langit adalah dewa-dewi yang berkuasa atas objek angkasa dan juga cuaca, seperti cahaya, matahari, bulan, dan angin. Ada banyak dewa matahari dan dewi bulan dalam mitologi Yunani. Hiperion, Helios, Apollo dan Fanes disebut sebagai dewa angon, sedangkan dewi bulan malah lebih banyak lagi, antara lain Foibe, Artemis, Selene, Hekate, Nemesis, dan bahkan beberapa manusia, misalnya Britomartis (kemudian menjadi Diktinna), dan Pasifae.
  • Helios
  • Selene
  • Eos
  • Aiolos

Dewa air

Dewa air meliputi dewa yang berkuasa atas laut, sungai, dan danau.
  • Proteus
  • Triton
  • Doris
  • Amfitrit
  • Thetis
  • Dione
  • Pontos
  • Nereus
  • Forkis
  • Okeanos
  • Tethis
  • Stiks

Dewa bumi

Dewa-dewi bumi berkuasa atas tanah, kesuburan, dan pertanian.
  • Demeter
  • Persefone
  • Hekate
  • Dionisos
  • Zagreus
  • Kibele
  • Pan
  • Silenos
  • Aristaios
  • Nyonya Hewan Liar atau Potnia Theron

Dewa lainnya

Dewa-dewi di bawah ini memiliki beragam atribut. Beberapa dewa berkaitan dengan kecerdasan dan emosi manusia, takdir, kecantikan, masa muda, dsb. Beberapa lainnya adalah dewa-dewi pengobatan dan sihir. Ada pula dewa-dewi yang berkaitan dengan kebudayaan dan masyarakat, misalnya seni, ilmu, tata tertib, dan hukuman. Banyak dari dewa-dewi ini tidak lebih dari personifikasi abstrak.
  • Metis
  • Hebe
  • Eileithyia
  • Iris
  • Eris
  • Musai
  • Kharites
  • Nemesis
  • Horai
  • Moirai
  • Erinyes
  • Thanatos
  • Hipnos
  • Morfeus
  • Tikhe
  • Nike
  • Paieon
  • Asklepios
  • Britomartis atau Diktinna
  • Kirke
  • Despoina
  • Enyo
  • Ate
  • Deimos
  • Fobos
  • Ananke

Sumber: dari sini
readmore...

Afrodit

Dewi Aphrodite

Afrodit adalah dewi cinta dan kecantikan. Dia dikenal oleh bangsa Romawi sebagai dewi Venus.

Ada dua versi berbeda mengenai kelahirannya. Menurut Homeros, Afrodit adakah putri Zeus dan Dione. Dione kemungkinan adalah seorang Titan, putri Uranus dan Gaia, atau seorang Okeanid, putri Okeanos dan Tethis. Sementara menurut Hesiodos, Afrodit merupakan dewa yang lebih awal daripada dewa-dewa Olimpus.

Ketika Titan Kronos memotong alat kelamin ayahnya (Uranus) dan melemparkannya ke laut di dekat pulau Kythera, darah dan air maninya membuat buih laut berkumpul di sekeliling alat kelamin itu dan membuatnya mengapung melintasi laut hingga ke pulau Siprus. Karena itulah Afrodit kadang disebut Kythereia, dan Kyprian atau Kypris, dari nama dua pulau sucinya. Di sana, Afrodit muncul dari buih laut itu (namanya sendiri berasal dari kata aphros ("buih"). Dia tidak mengalami masa bayi maupun kanak-kanak. Dia terlahir sebagai wanita dewasa.

Kelahiran Aphrodite

Afrodit dinikahkan dengan Hefaistos tapi dia banyak berselingkuh dengan dewa dan manusia. Perselingkuhannya yang paling terkenal adalah dengan Ares.

Bersama Ares, dia disebutkan memiliki beberapa anak, yaitu Anteros (Hasrat), Eros (Cinta), Deimos (Rasa Takut), Fobos (Panik), dan Harmonia, istri Kadmos dari Thebes. Hanya mitos dari masa akhir yang menyebutkan bahwa Eros adalah putranya. Menurut Hesiodos, Eros muncul, bersama Gaia dan Tartaros, dari kekosongan yang disebut Khaos.

Hefaistos mengetahui bahwa Afrodit berselingkuh dengan Ares, jadi dia menyusun rencana untuk menjebak mereka. Hefaistos berpura-pura pergi padahal sebelumnya dia telah memasang jaring emas di ranjangnya. Afrodit dan Ares, yang mengira bahwa Hefaistos telah pergi, langsung saja melakukan hubungan seksual di ranjang Hefaistos. Akibatnya mereka terperangkap jaring di sana dan tidak dapat bergerak. Hefaistos lalu mengajak para dewa Olimpus lainnya untuk melihat pasangan selingkuh itu. Melihat Afrodit dan Ares sedang telanjang berduaan, para dewa Olimpus menertawakan mereka. Afrodit dan Ares merasa sangat malu. Hefaistos awalnya tak mau membebaskan mereka namun akhirnya, berkat dibujuk oleh Poseidon, Hefaistos pun melepaskan mereka. Poseidon sendiri membujuk Hefaistos karena dia bernafsu untuk menyetubuhi Afrodit setelah melihat tubuh telanjangnya, karena itulah Poseidon berjanji akan membayarkan ganti rugi kepada Hefaistos. Afrodit kelak membalas kebaikan Poseidon dengan cara merelakan tubuhnya dinikmati oleh Poseidon. Dari Poseidon, Afrodit melahirkan Eriks.

Dalam Argonautika karya Apollonios dari Rodos, ayah Eryx adalah Butes. Butes sendiri adalah pahlawan yang melompat dari kapal Argo ketika mendengar nyanyian para Siren. Afrodit jatuh cinta kepadanya dan menyelematkannya. Sang dewi membawa Butes ke Sisilia, di sana Butes mendirikan kota Lilybaion di pesisir baratnya. Di sana pula Butes berhubungan seksual dengan Afrodit hingga Afrodit melahirkan Eryx. Eryx tumbuh menjadi petinju yang menantang orang yang lewat. Dia mati dibunuh oleh Herakles.

Hermes juga bernafsu pada Afrodit namun Afrodit tak mau berhubungan seksual dengannya. Hermes lalu meminta bantuan Zeus supaya dapat menikmati tubuh indah Afrodit. Zeus mengirim elangnya untuk mencuri sandal kesukaan Afrodit. Hermes lalu memberitahu Afrodit bahwa dia akan mengembalikan sandalnya asalkan Afrodit mau berhubungan seksual dengannya. Demi mendapatkan sandalnya lagi, Afrodit pun bersedia disetubuhi oleh Hermes. Dari hubungan itu Afrodit melahirkan Hermafroditos.

Afrodit juga pernah berhubungan seksual dengan dewa anggr Dionisos dan melahirkan Priapos, dewa kesuburan.

Aphrodite mengendarai kereta perang dengan diiringi oleh putranya, Eros

Afrodit memiliki beberapa kekasih manusia, yang paling terkenal adalah Adonis, putra dari Kiniras dan putrinya sendiri Mirra (Smirna), menurut Ovidius. Akan tetapi, menurut Apollodoros, Adonis adalah putra Raja Theias dari Assyria dengan putrinya sendiri Smirna. Terlepas dari siapa orangtua Adonis, yang pasti dia terlahir dari hubungan inces, yang disebabkan oleh Afrodit. Sementara itu Hesiodos menyebutkan bahwa Adonis adalah putra Foiniks dan Alfesiboia.

Menurut Apollodoros, Afrodit menghukum Simrna (Mirra) akibat tak mau menyembahnya. Sang dewi membuat Smirna jatuh cinta pada ayahnya sendiri. Smirna secara diam-diam tidur bersama ayahnya selama dua belas malam hingga akhirnya Theias mengetahui perbuatan putrinya.

Sementara itu dalam versi Ovidius, adalah Kiniras yang tak mau menyembah Afrodit sehingga sang dewi membuat putrinya jatuh cinta kepadanya. Mirra (Smirna) membuat ayahnya mabuk selama dua belas malam dan berhubungan seksual dengannya. Ketika mengetahui bahwa Mirra sedang mengandung anaknya, Kiniras murka dan berusaha membunuhnya.

Dalam kedua versi tersebut, sang ayah mengejar putrinya dengan pedang. Sang putri berdoa kepada para dewa supaya diselamatkan. Para dewa lalu mengubahnya menjadi pohon myrrha (smyrna). Sementara sang ayah bunuh diri karena malu.

Beberapa bulan kemudian, Adonis terlahir ketika pohon itu membuka. Afrodit mendapati bahwa bayi itu amat tampan hingga akhirnya dia meminta Persefone merawat bayi itu untuknya. Sang bayi tumbuh menjadi pemuda yang amat tampan sehingga kedua dewi jatuh cinta kepadanya. Afrodit terpaksa berbagi cinta Adonis dengan Persefone. Jadi selama sepertiga tahun Adonis bersama Afrodit di dunia atas dan sepertiga lainnya dihabiskan bersama Persefone di Dunia Bawah. Selama sepertiga lagi Adonis bebas memilih.

Aphrodite bersama putranya, Eros

Adonis menjadi pemburu yang hebat dan sering menghabiskan waktu luangnya dengan berburu bersama Afrodit. Namun suatu hari Adonis terbunuh oleh seekor babi hutan ketika sedang berburu. Menurut Apollodoros, babi hutan itu kiriman Artemis. Beberapa pendapat lainnya mengatakan bahwa babi hutan itu adalah Ares yang sedang menyamar, karena Ares cemburu dengan hubungan Afrodit dan Adonis. Afrodit amat berduka dengan meninggalnya Adonis sehingga dia membuat bunga tumbuh dari darah Adonis.

Salah satu anak manusianya adalah pahlawan Dardania Aineias, putra dari kekaishnya Ankhises, raja Dardania. Hubungannya dengan Ankhises diceritakan dalam salah satu sajak Homeros. Ankhises sendiri menjadi pincang akibat terkena petir Zeus, karena dia menyombongkan diri telah berhubungan seksual dengan Afrodit. Afrodit memihak Troya dalam Perang Troya, bukan hanya karena Paris memberikan apel emas kepadanya sebagai tanda bahwa Afrodit adalah dewi tercantik, melainkan pula karena Aineias adalah sekutu Troya. Ketika Afrodit berusaha menyelamatkan Aineias yang terluka, Diomedes melukai Afrodit dan mengusirnya dari medan perang. Diomedes mengatakan kepada Afrodit bahwa medan perang bukanlah tempat baginya. Aneias sendiri pada akhirnya diselamatkan oleh Apollo. Kelak Afrodit menghukum Diomedes setelah perang usai. Diomedes berhasil tiba di rumahnya namun ternyata istrinya berselingkuh dan bahkan selingkuhannya itu kemudian mengusir Diomedes dari Argos.

Pygmalion dan Galateia

Afrodit tak segan-segan menghukum siapa saja yang menghina atau menolak menyembahnya. Hippolitos, putra pahlawan Theseus, menyembah Artemis tapi tak mau menyembah Afrodit. Akibatnya Afrodit membuat ibu tirinya, Faidra, putri raja Minos, jatuh cinta kepadanya. Faidra ingin bercinta dengan Hippolitos namun ditolak, sehingga Faidra pun bunuh diri setelah menulis sepucuk surat yang menyebutkan bahwa Hippolitos telah memperkosanya. Theseus membaca surat itu dan mempercayai isinya. Dia menjadi marah dan mengutuk serta mengusir Hipplitos. Akibat kutukan itu, Hippolitos tewas ketika sedang mengendarai kereta perangnya. Athena lalu mengungkapkan kepada Theseus bahwa Hippolitos tidak bersalah, namun semua sudah terlambat.

Afrodit juga cemburu pada orang yang lebih cantik daripada dirinya. Dalam suatu kisah Romawi, ada seorang wanita bernama Psikhe yang lebih cantik daripada Afrodit. Akibatnya Afrodit ingin membuat Psikhe menikah dengan monster. Akan tetapi, putranya sendiri, Eros (Cupid), malah jatuh cinta kepada Psikhe.

Meskipun demikian Afrodit juga dapat bersikap baik. Dia memberikan hadiah bagi penyembahnya yang setia, Pigmalion. Pigmalion adalah seorang pematung yang jatuh cinta kepada salah satu patung sendiri. Afrodit lalu membuat patung itu hidup sehingga Pigmalion dalam hidup bahagia bersama wania itu yang diberi nama Galateia.

Julukan Afrodit antara lain Akidalia, Anadiomene ("terlahir ke laut"), Kiprian, Kipris, Kithereia, Eriboia (Periboia), Erikina, Euploios ("perjalanan indah"), Pafia ("cinta seksual"), Pelagia, dan Pontia.

Tempat kesukaannya adalah Siprus dan Kythera. Hewan kesukaannya adalah merpati, burung gereja, walet, angsa, dan kura-kura. Pengawalnya adalah Eros, Kharites, dan Peitho, dewi rayuan.

Orang Yunani mengidentikkan Afrodit dengan dewi Astarte dari Timur Tengah dan dewi Hathor dari Mesir. Afrodit juga diidentikkan dengan dewi Inana dari Sumeria dan dewi Ishtar dari Babilonia.

Sumber: dari sini
readmore...

Artemis

Dewi Artemis

Artemis adalah dewi hewan liar, alam liar, dan kelahiran. Artemis adalah putri Zeus dan Titn Leto, keturunan Tiran Koios dan Foibe. Artemis adalah saudari kembar Apollo. Artemis merupakan dewi yang perawan.

Artemis juga adalah dewi perburuan dan pengejaran. Artemis sering berburu bersama saudaranya. Dia membawa busur perak buatan para Kiklops. Namun tangkai panahnya dibuat dari emas. Para gadis dan nimfa hutan seringkali ikut menemani dalam perburuannya.

Para gadis pengikut Artemis berusaha untuk tetap perawan seperti dewi yang mereka sembah. Akan tetapi, banyak dewa, khususnya Zeus, yang sering memperkosa para gadis pengikut Artemis.

Artemis bersama seekor rusa

Artemis merupakan pelindung hewan muda. Dia akan membunuh siapapun yang berani membunuh hewan yang sedang hamil ataupun yang masih anak-anak.

Artemis mengendarai kereta perang emasnya dari Smyrna ke Klaros, untuk menemui saudaranya sebelum mulai berburu, sementara kuda-kudanya dibiarkan minum di Meles. Artemis juga adalah pelindung semua hewan liar di hutan, namun rusa, beruang, anjing, dan babi hutan adalah hewan kesukaannya. Artemis seringkali disebut Nyonya Hewan Buas. Pohon keramatnya adalah salam, sama seperti saudaranya.

Artemis juga adalah dewi kelahiran. Ketika Letoa sedang hamil anak kembarnya, Eileithyia sang dewi kelahiran tak mau membantunya. Akibatnya, Leto mengalami rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa ketika melahirkan Artemis di pulau Ortygia. Leto terus menderita rasa sakit selama sembilan hari setelah itu di pulau Delos, hingga akhirnya Artemis membantunya melahirkan adik kembarnya, Apollo.

Panah Artemis memberikan kematian yang cepat namun menyakitkan bagi wanita muda. Panah Apollo juga melakukan hal yang sama kepada pria muda. Ketika Niobe menyombong bahwa dia melahirkan tujuh putra kuat dan tujuh putri cantik, lebih banyak daripada Leto, Artemis membunuh semua anak perempuan Niobe, sedangkan Apollo membunuh semua anak lelakinya.

Artemis melindungi keperawanannya dengan kekejaman mendadak. Artemis bisa menjadi dewi yang sangat pemarah. Ketika Aktaion, cucu Kadmos, secara tak sengaja melihatnya sedang mandi, Artemis mengubahnya menjadi seekor rusa. Aktaion kemudian mati dikoyak-koyak oleh anjing-anjingnya sendiri.

Artemis terlibat dalam kematian dua orang raksasa, Otos dan Efialtes. Ketika itu mereka mengejarnya di dalam hutan. Artemis lalu memperdayai mereka supaya saling membunuh dengan tombak mereka.

Ketika Oineus, raja Kalidon, lupa berkurban untuknya, Artemis menghukumnya dengan mengirim seekor babi hutan raksasa untuk menyerang daerah pedesaan Kalidon. Babi Kalidon kemudian diburu oleh para pahlawan Yunani.

Kadang-kadang hukuman ini belumlah cukup, jadi sang dewi bahkan meminta kurban yang lebih besar. Dia kadangkala tak puas jika belum ada manusia yang dikurbankan.

Jadi ketika Agamemnon lupa berkurban untuknya, Artemis mengirim angin kencang untuk mencegah armada Yunani keluar dari pelabuhan di Aulis menuju Troya. Artemis hanya mau melepas halangan itu jika Agamemnon mengurbankan putrinya (Iphigeneia). Dalam beberapa versi, Artemis memindahkan Iphigeneia ke Tauris, dan mengganti pengurbanannya dengan seekor rusa. Dalam cerita yang kemungkinan lebih asli, Iphigeneia mati dikurbankan di Aulis. Terlepas dari versinya yang beragam, Agamemnon kehilangan putrinya akibat Artemis dan armada Yunani pun dapat berlayar ke Troya. Menurut Euripides, Iphigeneia bertugas sebagai pendeta di kuil Artemis di Tauris, di sana dia harus melaksanakan ritual kurban manusia, dan yang dikurbankan adalah orang asing yang datang ke Tauris. Praktik ini dilakukannya hingga saudaranya datang menyelamatkannya.

Jadi bisa dilihat dari kultus Artemis yang mengharuskan kurban manusia bahwa Artemis merupakan seorang dewi yang haus darah. Dari semua dewa di Olimpus, selain Artemis hanya ada satu dewa lainnya yang menyukai kurban manusia, yaitu Ares, dewa perang.

Artemis nampaknya adalah dewi para nimfa, karena banyak pengikutnya yang ikut berburu bersamanya, khususnya para nimfa hutan dan nimfa gunung. Mereka seringkali merupakan kawannya, kapanpun sang dewi ingin berburu. Berdasarkan Himne Kallimakhos untuk Artemis, Artemis muda mengumpulkan enam puluh putri Okeanos dan Tethis, dan dua puluh nimfa Amisos, sebuah sungai di Kreta, sebagai kawan dan pengikutnya. Semua Okeanid itu berusia sembilan tahun.

Para nimfa ini seringkali berusaha meniru Artemis - menikmati perburuan bersama nyonya mereka dan berupaya untuk tetap menjadi perawan.

Akan tetapi, banyak nimfa yang tidak berhasil menjaga keperawanan mereka seperti dewi pujaan mereka, karena para dewa seringkali dengan bernafsu memperkosa para nimfa itu. Sebagian besar nimfa tidak kuasa menghindari nafsu para dewa yang perkasa, namun Artemis hampir tidak pernah merasa kasihan terhadap permasalahan para nimfa itu. Kallisto pernah menjadi salah satu kawan favorit Artemis, hingga suatu hari Zeus memperkosanya. Menurut beberapa sumber, setelah itu Artemis kemungkinan mengusir Kallisto yang malang atau membunuh bekas kawannya itu.

Artemis sebagai dewi bulan mengendarai kereta perangnya

Ketika Artemis masih muda, dia menemukan segerombolan rusa di perbukitan Parrhasia, di dekat bantaran Anauros yang berkerikil hitam. Ada lima ekor rusa di sana, mereka lebih besar daripada banteng dan tanduknya berupa emas. Artemis berhasil menangkap empat di antaranya, yang kemudian dia gunakan untuk menarik kereta perangnya. Sementara rusa kelima kabur ke bukit Kerinitia, dan kemudian dikenal sebagai Rusa Kerinitia. Hewan ini dikeramatkan untuk sang dewi. Herakles pernah menangkap rusa ini dalam rangka tugas ketiganya untuk raja Euristheus di Tiryns.

Berdasarkan penulis lainnya, Artemis memperoleh rusa-rusa itu dari nimfa Pleiad, Taygete, karena sang dewi telah membantunya.

Artemis adalah dewi bulan dan kadang-kadang disamakan dengan Selene dan Hekate, yang juga merupakan dewi bulan.

Artemis juga sering disamakan dengan dewa Britomartis ("Gadis Manis") dari Kreta, yang merupakan salah satu gadis kesukaan Artemis setiap kali sang dewi pergi berburu di Kreta. Minos, raja Kreta, bernafsu dan hendak memperkosa nimfa tersebut. Britomartis melompat ke laut, tempat para nelayan menemukannya dan menolongnya dengan menggunakan jaring mereka. Britomartis kemudian diubah menjadi seorang dewi oleh Artemis, dan namanya diganti menjadi Diktynna, yang bermakna "Wanita Jaring." Kebingungan muncul karena Artemis kadang-kadang disebut dengan julukan Artemis Diktynna, suatu julukan yang dia pakai dalam banyak kultusnya di Kreta. Mungkin Diktynna hanyalah nama lain dari Artemis, karena atribut mereka hampir sama persis.

Pada kenyataannya, Artemis menyerap aspek atau atribut dari beberapa dewi Minoa. Selain Britomartis/Diktynna, ada pula dewi kelahiran Kreta, Eleuthia atau Eileithyia.

Dalam mitologi Romawi, Artemis dikenal sebagai Diana. Nama Artemis sendiri kemungkinan muncul pada Zaman Perunggu Akhir, yang mana nama A-TI-MI-TE ditemukan pada lembaran Linear B di Pylos. Julukannya antara lain Auge, Karyatis, Lucina (kelahiran, Romawi) dan Foibe (dewi bulan).

Artemis memegang busu

Menurut banyak tradisi non-Yunani, Artemis bukanlah dewi perawan, melainkan seorang dewi ibu. Beberapa patungnya menggambarkan Artemis dengan lebih dari dua payudara, menunjukkan bahwa dia adalah dewi kesuburan dan seksualitas, seperti misalnya yang ada di Ephesos. Artemis kemungkinan berasal dari Asia, dan dia kadangkala dikaitkan dengan Kibele, dewi ibu Phrygia.

Artemis kadang-kadang digambarkan dengan busur di tangannya, ditemani oleh hewan liar. Artemis adalah nyonya kerajaan hewan. Dalam beberapa gambar, Artemis tampak memiliki sepasang sayap besar. Gambaran dewi bersayap memang sering muncul dalam seni arkaik.

Artemis kemungkinan dipengaruhi oleh Nyonya Hewan Liar dari kreta, yang merupakan dewi hewan liar dari Zaman perunggu. Nyonya Hewan Liar ini atau disebut Potnia theron kemungkinan berasal dari kerajaan-kerajaan di Timur Dekat. Potnia biasanya digambarkan telanjang. Seringkali dia ditampilkan sedang berdiri, ditemani oleh hewan liar, dan dalam penggambaran lainnya, sang dewi sedang memegang hewan di kedua tangannya, meskipun dewi ini biasanya digambarkan telanjang. Hewan yang menemani dewi ini beragam mulai dari rusa, singai, bahkan sampai hewan mitos seperti Griffin.

Jika Artemis diamati secara keseluruhan, maka akan ditemukan bahwa banyak fungsi dan perannya saling bertentangan. Artemis adalah dewi perawan, namun dia juga adalah dewi kelahiran dan kesuburan. Artemis adalah dewi perburuan namun dia juga merupakan pelindung hewan liar.

Menurut beberapa penulis kuno, Artemis adalah dewi suku Amazon. Suku ini menyembah Artemis dengan suatu tarian. Disebutkan bahwa merekalah menaruh patung sang dewi di kuilnya di Ephesos. Kuil itu sendiri disebut-sebut sebagai salah satu bangunan terbesar, serta dimasukkan ke dalam Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.

Artemis sangat menyukai pegunungan dan hutan, namun ada juga banyak kota dimana dia merupakan pelindungnya. Kallimakhos menyebut Artemis sebagai Penjaga Jalanan dan Penjaga Pelabuhan. Tempat lainnya yang keramat bagi Artemis anta lain pulau Delos, di sana dia disembah bersama saudaranya; kota Gortyn, tempat dia biasanya disembah sejak Kreta Zaman Perunggu Pertengahan; Munykhia, pelabuhan di Athena.

Sumber: dari sini



readmore...
Jasa Desain Cover