Social Icons

Rabu, 03 April 2013

Proteus

Proteus memeluk seorang perempuan

Proteus adalah dewa laut minor. Dia adalah putra sulung Titan Okeanos dan Tethis. Proteus sering disebut sebagai "Pria Laut Tua". Proteus memiliki 999 saudara yang kesemuanya adalah dewa sungai.

Proteus memiliki kemampuan mengubah wujud dan juga mampu melihat masa depan. Jika ada yang berhasil menangkapnya, maka dia akan menjawab pertanyaan dari penangkapnya terkait masa depan mereka. Orang yang pernah melakukannya adalah Menelaos, tujuh tahun seusai Perang Troya.

Sumber: dari sini
readmore...

Aiolos

Aiolos memberi Odisseus kantung berisi angin

Aiolos adalah dewa angin dan penguasa pulau Aiolia. Dia adalah putra Hippotas.

Ketika Odisseus mengunjungi pulaunya, Aiolos memberinya kantung besar berisi angin kencang. Aiolos melarang Odisseus membukanya.

Dewa angin lainnya adalah Boreas (angin utara), Zefiros (angin barat), Notos (angin sealtan), dan Euros (angon timur). Dalam mitologi Romawi, keempat dewa angin tersebut dikenal sebagai Aquilo, Favonius, Auster, dan Argestes.

Sumber: dari sini
readmore...

Eos

Eos

Eos adalah dewi fajar. Dia adalah putri Hiperion dan Theia. Orang Romawi mengenalnya sebagai Aurora.

Beberapa mengatakan bahwa Eos membawa fajar dengan mengendarai kereta perangnya melintasi langit, sedangkan beberapa lainnya menyebutkan bahwa dia adalah dewi bersayap. Kuda-kuda penarik keretanya bernama Lamps dan Faithon.

Eos adalah saudari Helios dan Selene. Eos menikah dengan Astraios dan menjadi ibu Boreas, Notos, dan Zefiros, dan bintang-bintang, termasuk planet Venus, dikenal sebagai bintang pagi, yang disebut Eosforos ("Pembawa fajar") atau Fosforos ("Pembawa cahaya").

Eos juga memiliki kekasih seorang raja bernama Tithonos, putra raja Troya, Laomedon, yang dengan demikian menjadikannya saudara Priamos. Dari hubungan ini, Eos menjadi ibu Memnon, pemimpin pasukan Ethoipia dalam Perang Troya. Putranya dibunuh oleh Akhilles pada tahun terakhir perang.

Eos meminta Zeus untuk membuat Tithonos abadi, tapi dia lupa meminta Zeus menjadikan Tithonos awet muda. Akibatnya Tithonos tidak dapat mati namun terus bertambah tua. Akhirnya Eos mengubah Tithonos menjadi jangkrik.

Kemungkinan kekasih Eos lainnya adalah Kefalos, suami Prokris; raksasa pemburu, Orion; dan Kleitos, keturunan Melampos.

Sumber: dari sini
readmore...

Selene

Selene dan Endymion

Selene adalah dewi bulan. Ia adalah putri Hiperion dan Theia. Bangsa Romai mengidentikannya dengan Luna.

Selene adalah saudari dewa matahari, Helios, dan dewi fajar, Eos. Ia juga merupakan ibu seorang putri bernama Pandi dari hubungannya dengan Zeus.

Selene kemungkinan disetubuhi oleh Pan, yang menawarkannya seekor biri-biri yang indah sebagai hadiah.

Selene terkenal atas cintanya kepada Endimion, seorang raja awal Elis dan juga seorang gembala. Dari Endimion, Selene memperoleh lima puluh anak perempuan. Zeus memberi pilihan kepada Endimion apakan ingin tetap menjadi manusia ataukah ingin awet muda. Endimion ingin awet muda, namun akibatnya ia harus tertidur selamanya.

Menurut Himner Homeros, kepala Selene bersinar terang, dan ia mengenakan mahkota emas. Selene mandi di samudra, sebelum kemudian mamakai pakaian bercahaya. Ia juga menjelajahi langit dengan mengendarai kereta perang yang ditarik oleh kuda bersurai panjang. Meskipun demikian, Selene juga digambarkan memiliki sayap yang panjang dan dapat terbang seperti burung.

Selene terkadang disamakan dengan Artemis dan Selene, yang juga diidentikkan dengan bulan.

Menurut Diodoros, Selene awalnya adalah manusia. Ia bunuh diri ketika para Titan menenggelamkan saudaranya di sungai Eridanos. Ia dan saudaranya lalu diubah menjadi dewa bulan dan matahari.

Sumber: dari sini
readmore...

Dewa Minor








Di bawah ini adalah beberapa dewa minor dalam mitologi Yunani. Para dewa minor dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu dewa langit, dewa bumi, dewa air, dan dewa lainnya.

Dewa langit

Dewa langit adalah dewa-dewi yang berkuasa atas objek angkasa dan juga cuaca, seperti cahaya, matahari, bulan, dan angin. Ada banyak dewa matahari dan dewi bulan dalam mitologi Yunani. Hiperion, Helios, Apollo dan Fanes disebut sebagai dewa angon, sedangkan dewi bulan malah lebih banyak lagi, antara lain Foibe, Artemis, Selene, Hekate, Nemesis, dan bahkan beberapa manusia, misalnya Britomartis (kemudian menjadi Diktinna), dan Pasifae.
  • Helios
  • Selene
  • Eos
  • Aiolos

Dewa air

Dewa air meliputi dewa yang berkuasa atas laut, sungai, dan danau.
  • Proteus
  • Triton
  • Doris
  • Amfitrit
  • Thetis
  • Dione
  • Pontos
  • Nereus
  • Forkis
  • Okeanos
  • Tethis
  • Stiks

Dewa bumi

Dewa-dewi bumi berkuasa atas tanah, kesuburan, dan pertanian.
  • Demeter
  • Persefone
  • Hekate
  • Dionisos
  • Zagreus
  • Kibele
  • Pan
  • Silenos
  • Aristaios
  • Nyonya Hewan Liar atau Potnia Theron

Dewa lainnya

Dewa-dewi di bawah ini memiliki beragam atribut. Beberapa dewa berkaitan dengan kecerdasan dan emosi manusia, takdir, kecantikan, masa muda, dsb. Beberapa lainnya adalah dewa-dewi pengobatan dan sihir. Ada pula dewa-dewi yang berkaitan dengan kebudayaan dan masyarakat, misalnya seni, ilmu, tata tertib, dan hukuman. Banyak dari dewa-dewi ini tidak lebih dari personifikasi abstrak.
  • Metis
  • Hebe
  • Eileithyia
  • Iris
  • Eris
  • Musai
  • Kharites
  • Nemesis
  • Horai
  • Moirai
  • Erinyes
  • Thanatos
  • Hipnos
  • Morfeus
  • Tikhe
  • Nike
  • Paieon
  • Asklepios
  • Britomartis atau Diktinna
  • Kirke
  • Despoina
  • Enyo
  • Ate
  • Deimos
  • Fobos
  • Ananke

Sumber: dari sini
readmore...

Afrodit

Dewi Aphrodite

Afrodit adalah dewi cinta dan kecantikan. Dia dikenal oleh bangsa Romawi sebagai dewi Venus.

Ada dua versi berbeda mengenai kelahirannya. Menurut Homeros, Afrodit adakah putri Zeus dan Dione. Dione kemungkinan adalah seorang Titan, putri Uranus dan Gaia, atau seorang Okeanid, putri Okeanos dan Tethis. Sementara menurut Hesiodos, Afrodit merupakan dewa yang lebih awal daripada dewa-dewa Olimpus.

Ketika Titan Kronos memotong alat kelamin ayahnya (Uranus) dan melemparkannya ke laut di dekat pulau Kythera, darah dan air maninya membuat buih laut berkumpul di sekeliling alat kelamin itu dan membuatnya mengapung melintasi laut hingga ke pulau Siprus. Karena itulah Afrodit kadang disebut Kythereia, dan Kyprian atau Kypris, dari nama dua pulau sucinya. Di sana, Afrodit muncul dari buih laut itu (namanya sendiri berasal dari kata aphros ("buih"). Dia tidak mengalami masa bayi maupun kanak-kanak. Dia terlahir sebagai wanita dewasa.

Kelahiran Aphrodite

Afrodit dinikahkan dengan Hefaistos tapi dia banyak berselingkuh dengan dewa dan manusia. Perselingkuhannya yang paling terkenal adalah dengan Ares.

Bersama Ares, dia disebutkan memiliki beberapa anak, yaitu Anteros (Hasrat), Eros (Cinta), Deimos (Rasa Takut), Fobos (Panik), dan Harmonia, istri Kadmos dari Thebes. Hanya mitos dari masa akhir yang menyebutkan bahwa Eros adalah putranya. Menurut Hesiodos, Eros muncul, bersama Gaia dan Tartaros, dari kekosongan yang disebut Khaos.

Hefaistos mengetahui bahwa Afrodit berselingkuh dengan Ares, jadi dia menyusun rencana untuk menjebak mereka. Hefaistos berpura-pura pergi padahal sebelumnya dia telah memasang jaring emas di ranjangnya. Afrodit dan Ares, yang mengira bahwa Hefaistos telah pergi, langsung saja melakukan hubungan seksual di ranjang Hefaistos. Akibatnya mereka terperangkap jaring di sana dan tidak dapat bergerak. Hefaistos lalu mengajak para dewa Olimpus lainnya untuk melihat pasangan selingkuh itu. Melihat Afrodit dan Ares sedang telanjang berduaan, para dewa Olimpus menertawakan mereka. Afrodit dan Ares merasa sangat malu. Hefaistos awalnya tak mau membebaskan mereka namun akhirnya, berkat dibujuk oleh Poseidon, Hefaistos pun melepaskan mereka. Poseidon sendiri membujuk Hefaistos karena dia bernafsu untuk menyetubuhi Afrodit setelah melihat tubuh telanjangnya, karena itulah Poseidon berjanji akan membayarkan ganti rugi kepada Hefaistos. Afrodit kelak membalas kebaikan Poseidon dengan cara merelakan tubuhnya dinikmati oleh Poseidon. Dari Poseidon, Afrodit melahirkan Eriks.

Dalam Argonautika karya Apollonios dari Rodos, ayah Eryx adalah Butes. Butes sendiri adalah pahlawan yang melompat dari kapal Argo ketika mendengar nyanyian para Siren. Afrodit jatuh cinta kepadanya dan menyelematkannya. Sang dewi membawa Butes ke Sisilia, di sana Butes mendirikan kota Lilybaion di pesisir baratnya. Di sana pula Butes berhubungan seksual dengan Afrodit hingga Afrodit melahirkan Eryx. Eryx tumbuh menjadi petinju yang menantang orang yang lewat. Dia mati dibunuh oleh Herakles.

Hermes juga bernafsu pada Afrodit namun Afrodit tak mau berhubungan seksual dengannya. Hermes lalu meminta bantuan Zeus supaya dapat menikmati tubuh indah Afrodit. Zeus mengirim elangnya untuk mencuri sandal kesukaan Afrodit. Hermes lalu memberitahu Afrodit bahwa dia akan mengembalikan sandalnya asalkan Afrodit mau berhubungan seksual dengannya. Demi mendapatkan sandalnya lagi, Afrodit pun bersedia disetubuhi oleh Hermes. Dari hubungan itu Afrodit melahirkan Hermafroditos.

Afrodit juga pernah berhubungan seksual dengan dewa anggr Dionisos dan melahirkan Priapos, dewa kesuburan.

Aphrodite mengendarai kereta perang dengan diiringi oleh putranya, Eros

Afrodit memiliki beberapa kekasih manusia, yang paling terkenal adalah Adonis, putra dari Kiniras dan putrinya sendiri Mirra (Smirna), menurut Ovidius. Akan tetapi, menurut Apollodoros, Adonis adalah putra Raja Theias dari Assyria dengan putrinya sendiri Smirna. Terlepas dari siapa orangtua Adonis, yang pasti dia terlahir dari hubungan inces, yang disebabkan oleh Afrodit. Sementara itu Hesiodos menyebutkan bahwa Adonis adalah putra Foiniks dan Alfesiboia.

Menurut Apollodoros, Afrodit menghukum Simrna (Mirra) akibat tak mau menyembahnya. Sang dewi membuat Smirna jatuh cinta pada ayahnya sendiri. Smirna secara diam-diam tidur bersama ayahnya selama dua belas malam hingga akhirnya Theias mengetahui perbuatan putrinya.

Sementara itu dalam versi Ovidius, adalah Kiniras yang tak mau menyembah Afrodit sehingga sang dewi membuat putrinya jatuh cinta kepadanya. Mirra (Smirna) membuat ayahnya mabuk selama dua belas malam dan berhubungan seksual dengannya. Ketika mengetahui bahwa Mirra sedang mengandung anaknya, Kiniras murka dan berusaha membunuhnya.

Dalam kedua versi tersebut, sang ayah mengejar putrinya dengan pedang. Sang putri berdoa kepada para dewa supaya diselamatkan. Para dewa lalu mengubahnya menjadi pohon myrrha (smyrna). Sementara sang ayah bunuh diri karena malu.

Beberapa bulan kemudian, Adonis terlahir ketika pohon itu membuka. Afrodit mendapati bahwa bayi itu amat tampan hingga akhirnya dia meminta Persefone merawat bayi itu untuknya. Sang bayi tumbuh menjadi pemuda yang amat tampan sehingga kedua dewi jatuh cinta kepadanya. Afrodit terpaksa berbagi cinta Adonis dengan Persefone. Jadi selama sepertiga tahun Adonis bersama Afrodit di dunia atas dan sepertiga lainnya dihabiskan bersama Persefone di Dunia Bawah. Selama sepertiga lagi Adonis bebas memilih.

Aphrodite bersama putranya, Eros

Adonis menjadi pemburu yang hebat dan sering menghabiskan waktu luangnya dengan berburu bersama Afrodit. Namun suatu hari Adonis terbunuh oleh seekor babi hutan ketika sedang berburu. Menurut Apollodoros, babi hutan itu kiriman Artemis. Beberapa pendapat lainnya mengatakan bahwa babi hutan itu adalah Ares yang sedang menyamar, karena Ares cemburu dengan hubungan Afrodit dan Adonis. Afrodit amat berduka dengan meninggalnya Adonis sehingga dia membuat bunga tumbuh dari darah Adonis.

Salah satu anak manusianya adalah pahlawan Dardania Aineias, putra dari kekaishnya Ankhises, raja Dardania. Hubungannya dengan Ankhises diceritakan dalam salah satu sajak Homeros. Ankhises sendiri menjadi pincang akibat terkena petir Zeus, karena dia menyombongkan diri telah berhubungan seksual dengan Afrodit. Afrodit memihak Troya dalam Perang Troya, bukan hanya karena Paris memberikan apel emas kepadanya sebagai tanda bahwa Afrodit adalah dewi tercantik, melainkan pula karena Aineias adalah sekutu Troya. Ketika Afrodit berusaha menyelamatkan Aineias yang terluka, Diomedes melukai Afrodit dan mengusirnya dari medan perang. Diomedes mengatakan kepada Afrodit bahwa medan perang bukanlah tempat baginya. Aneias sendiri pada akhirnya diselamatkan oleh Apollo. Kelak Afrodit menghukum Diomedes setelah perang usai. Diomedes berhasil tiba di rumahnya namun ternyata istrinya berselingkuh dan bahkan selingkuhannya itu kemudian mengusir Diomedes dari Argos.

Pygmalion dan Galateia

Afrodit tak segan-segan menghukum siapa saja yang menghina atau menolak menyembahnya. Hippolitos, putra pahlawan Theseus, menyembah Artemis tapi tak mau menyembah Afrodit. Akibatnya Afrodit membuat ibu tirinya, Faidra, putri raja Minos, jatuh cinta kepadanya. Faidra ingin bercinta dengan Hippolitos namun ditolak, sehingga Faidra pun bunuh diri setelah menulis sepucuk surat yang menyebutkan bahwa Hippolitos telah memperkosanya. Theseus membaca surat itu dan mempercayai isinya. Dia menjadi marah dan mengutuk serta mengusir Hipplitos. Akibat kutukan itu, Hippolitos tewas ketika sedang mengendarai kereta perangnya. Athena lalu mengungkapkan kepada Theseus bahwa Hippolitos tidak bersalah, namun semua sudah terlambat.

Afrodit juga cemburu pada orang yang lebih cantik daripada dirinya. Dalam suatu kisah Romawi, ada seorang wanita bernama Psikhe yang lebih cantik daripada Afrodit. Akibatnya Afrodit ingin membuat Psikhe menikah dengan monster. Akan tetapi, putranya sendiri, Eros (Cupid), malah jatuh cinta kepada Psikhe.

Meskipun demikian Afrodit juga dapat bersikap baik. Dia memberikan hadiah bagi penyembahnya yang setia, Pigmalion. Pigmalion adalah seorang pematung yang jatuh cinta kepada salah satu patung sendiri. Afrodit lalu membuat patung itu hidup sehingga Pigmalion dalam hidup bahagia bersama wania itu yang diberi nama Galateia.

Julukan Afrodit antara lain Akidalia, Anadiomene ("terlahir ke laut"), Kiprian, Kipris, Kithereia, Eriboia (Periboia), Erikina, Euploios ("perjalanan indah"), Pafia ("cinta seksual"), Pelagia, dan Pontia.

Tempat kesukaannya adalah Siprus dan Kythera. Hewan kesukaannya adalah merpati, burung gereja, walet, angsa, dan kura-kura. Pengawalnya adalah Eros, Kharites, dan Peitho, dewi rayuan.

Orang Yunani mengidentikkan Afrodit dengan dewi Astarte dari Timur Tengah dan dewi Hathor dari Mesir. Afrodit juga diidentikkan dengan dewi Inana dari Sumeria dan dewi Ishtar dari Babilonia.

Sumber: dari sini
readmore...

Artemis

Dewi Artemis

Artemis adalah dewi hewan liar, alam liar, dan kelahiran. Artemis adalah putri Zeus dan Titn Leto, keturunan Tiran Koios dan Foibe. Artemis adalah saudari kembar Apollo. Artemis merupakan dewi yang perawan.

Artemis juga adalah dewi perburuan dan pengejaran. Artemis sering berburu bersama saudaranya. Dia membawa busur perak buatan para Kiklops. Namun tangkai panahnya dibuat dari emas. Para gadis dan nimfa hutan seringkali ikut menemani dalam perburuannya.

Para gadis pengikut Artemis berusaha untuk tetap perawan seperti dewi yang mereka sembah. Akan tetapi, banyak dewa, khususnya Zeus, yang sering memperkosa para gadis pengikut Artemis.

Artemis bersama seekor rusa

Artemis merupakan pelindung hewan muda. Dia akan membunuh siapapun yang berani membunuh hewan yang sedang hamil ataupun yang masih anak-anak.

Artemis mengendarai kereta perang emasnya dari Smyrna ke Klaros, untuk menemui saudaranya sebelum mulai berburu, sementara kuda-kudanya dibiarkan minum di Meles. Artemis juga adalah pelindung semua hewan liar di hutan, namun rusa, beruang, anjing, dan babi hutan adalah hewan kesukaannya. Artemis seringkali disebut Nyonya Hewan Buas. Pohon keramatnya adalah salam, sama seperti saudaranya.

Artemis juga adalah dewi kelahiran. Ketika Letoa sedang hamil anak kembarnya, Eileithyia sang dewi kelahiran tak mau membantunya. Akibatnya, Leto mengalami rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa ketika melahirkan Artemis di pulau Ortygia. Leto terus menderita rasa sakit selama sembilan hari setelah itu di pulau Delos, hingga akhirnya Artemis membantunya melahirkan adik kembarnya, Apollo.

Panah Artemis memberikan kematian yang cepat namun menyakitkan bagi wanita muda. Panah Apollo juga melakukan hal yang sama kepada pria muda. Ketika Niobe menyombong bahwa dia melahirkan tujuh putra kuat dan tujuh putri cantik, lebih banyak daripada Leto, Artemis membunuh semua anak perempuan Niobe, sedangkan Apollo membunuh semua anak lelakinya.

Artemis melindungi keperawanannya dengan kekejaman mendadak. Artemis bisa menjadi dewi yang sangat pemarah. Ketika Aktaion, cucu Kadmos, secara tak sengaja melihatnya sedang mandi, Artemis mengubahnya menjadi seekor rusa. Aktaion kemudian mati dikoyak-koyak oleh anjing-anjingnya sendiri.

Artemis terlibat dalam kematian dua orang raksasa, Otos dan Efialtes. Ketika itu mereka mengejarnya di dalam hutan. Artemis lalu memperdayai mereka supaya saling membunuh dengan tombak mereka.

Ketika Oineus, raja Kalidon, lupa berkurban untuknya, Artemis menghukumnya dengan mengirim seekor babi hutan raksasa untuk menyerang daerah pedesaan Kalidon. Babi Kalidon kemudian diburu oleh para pahlawan Yunani.

Kadang-kadang hukuman ini belumlah cukup, jadi sang dewi bahkan meminta kurban yang lebih besar. Dia kadangkala tak puas jika belum ada manusia yang dikurbankan.

Jadi ketika Agamemnon lupa berkurban untuknya, Artemis mengirim angin kencang untuk mencegah armada Yunani keluar dari pelabuhan di Aulis menuju Troya. Artemis hanya mau melepas halangan itu jika Agamemnon mengurbankan putrinya (Iphigeneia). Dalam beberapa versi, Artemis memindahkan Iphigeneia ke Tauris, dan mengganti pengurbanannya dengan seekor rusa. Dalam cerita yang kemungkinan lebih asli, Iphigeneia mati dikurbankan di Aulis. Terlepas dari versinya yang beragam, Agamemnon kehilangan putrinya akibat Artemis dan armada Yunani pun dapat berlayar ke Troya. Menurut Euripides, Iphigeneia bertugas sebagai pendeta di kuil Artemis di Tauris, di sana dia harus melaksanakan ritual kurban manusia, dan yang dikurbankan adalah orang asing yang datang ke Tauris. Praktik ini dilakukannya hingga saudaranya datang menyelamatkannya.

Jadi bisa dilihat dari kultus Artemis yang mengharuskan kurban manusia bahwa Artemis merupakan seorang dewi yang haus darah. Dari semua dewa di Olimpus, selain Artemis hanya ada satu dewa lainnya yang menyukai kurban manusia, yaitu Ares, dewa perang.

Artemis nampaknya adalah dewi para nimfa, karena banyak pengikutnya yang ikut berburu bersamanya, khususnya para nimfa hutan dan nimfa gunung. Mereka seringkali merupakan kawannya, kapanpun sang dewi ingin berburu. Berdasarkan Himne Kallimakhos untuk Artemis, Artemis muda mengumpulkan enam puluh putri Okeanos dan Tethis, dan dua puluh nimfa Amisos, sebuah sungai di Kreta, sebagai kawan dan pengikutnya. Semua Okeanid itu berusia sembilan tahun.

Para nimfa ini seringkali berusaha meniru Artemis - menikmati perburuan bersama nyonya mereka dan berupaya untuk tetap menjadi perawan.

Akan tetapi, banyak nimfa yang tidak berhasil menjaga keperawanan mereka seperti dewi pujaan mereka, karena para dewa seringkali dengan bernafsu memperkosa para nimfa itu. Sebagian besar nimfa tidak kuasa menghindari nafsu para dewa yang perkasa, namun Artemis hampir tidak pernah merasa kasihan terhadap permasalahan para nimfa itu. Kallisto pernah menjadi salah satu kawan favorit Artemis, hingga suatu hari Zeus memperkosanya. Menurut beberapa sumber, setelah itu Artemis kemungkinan mengusir Kallisto yang malang atau membunuh bekas kawannya itu.

Artemis sebagai dewi bulan mengendarai kereta perangnya

Ketika Artemis masih muda, dia menemukan segerombolan rusa di perbukitan Parrhasia, di dekat bantaran Anauros yang berkerikil hitam. Ada lima ekor rusa di sana, mereka lebih besar daripada banteng dan tanduknya berupa emas. Artemis berhasil menangkap empat di antaranya, yang kemudian dia gunakan untuk menarik kereta perangnya. Sementara rusa kelima kabur ke bukit Kerinitia, dan kemudian dikenal sebagai Rusa Kerinitia. Hewan ini dikeramatkan untuk sang dewi. Herakles pernah menangkap rusa ini dalam rangka tugas ketiganya untuk raja Euristheus di Tiryns.

Berdasarkan penulis lainnya, Artemis memperoleh rusa-rusa itu dari nimfa Pleiad, Taygete, karena sang dewi telah membantunya.

Artemis adalah dewi bulan dan kadang-kadang disamakan dengan Selene dan Hekate, yang juga merupakan dewi bulan.

Artemis juga sering disamakan dengan dewa Britomartis ("Gadis Manis") dari Kreta, yang merupakan salah satu gadis kesukaan Artemis setiap kali sang dewi pergi berburu di Kreta. Minos, raja Kreta, bernafsu dan hendak memperkosa nimfa tersebut. Britomartis melompat ke laut, tempat para nelayan menemukannya dan menolongnya dengan menggunakan jaring mereka. Britomartis kemudian diubah menjadi seorang dewi oleh Artemis, dan namanya diganti menjadi Diktynna, yang bermakna "Wanita Jaring." Kebingungan muncul karena Artemis kadang-kadang disebut dengan julukan Artemis Diktynna, suatu julukan yang dia pakai dalam banyak kultusnya di Kreta. Mungkin Diktynna hanyalah nama lain dari Artemis, karena atribut mereka hampir sama persis.

Pada kenyataannya, Artemis menyerap aspek atau atribut dari beberapa dewi Minoa. Selain Britomartis/Diktynna, ada pula dewi kelahiran Kreta, Eleuthia atau Eileithyia.

Dalam mitologi Romawi, Artemis dikenal sebagai Diana. Nama Artemis sendiri kemungkinan muncul pada Zaman Perunggu Akhir, yang mana nama A-TI-MI-TE ditemukan pada lembaran Linear B di Pylos. Julukannya antara lain Auge, Karyatis, Lucina (kelahiran, Romawi) dan Foibe (dewi bulan).

Artemis memegang busu

Menurut banyak tradisi non-Yunani, Artemis bukanlah dewi perawan, melainkan seorang dewi ibu. Beberapa patungnya menggambarkan Artemis dengan lebih dari dua payudara, menunjukkan bahwa dia adalah dewi kesuburan dan seksualitas, seperti misalnya yang ada di Ephesos. Artemis kemungkinan berasal dari Asia, dan dia kadangkala dikaitkan dengan Kibele, dewi ibu Phrygia.

Artemis kadang-kadang digambarkan dengan busur di tangannya, ditemani oleh hewan liar. Artemis adalah nyonya kerajaan hewan. Dalam beberapa gambar, Artemis tampak memiliki sepasang sayap besar. Gambaran dewi bersayap memang sering muncul dalam seni arkaik.

Artemis kemungkinan dipengaruhi oleh Nyonya Hewan Liar dari kreta, yang merupakan dewi hewan liar dari Zaman perunggu. Nyonya Hewan Liar ini atau disebut Potnia theron kemungkinan berasal dari kerajaan-kerajaan di Timur Dekat. Potnia biasanya digambarkan telanjang. Seringkali dia ditampilkan sedang berdiri, ditemani oleh hewan liar, dan dalam penggambaran lainnya, sang dewi sedang memegang hewan di kedua tangannya, meskipun dewi ini biasanya digambarkan telanjang. Hewan yang menemani dewi ini beragam mulai dari rusa, singai, bahkan sampai hewan mitos seperti Griffin.

Jika Artemis diamati secara keseluruhan, maka akan ditemukan bahwa banyak fungsi dan perannya saling bertentangan. Artemis adalah dewi perawan, namun dia juga adalah dewi kelahiran dan kesuburan. Artemis adalah dewi perburuan namun dia juga merupakan pelindung hewan liar.

Menurut beberapa penulis kuno, Artemis adalah dewi suku Amazon. Suku ini menyembah Artemis dengan suatu tarian. Disebutkan bahwa merekalah menaruh patung sang dewi di kuilnya di Ephesos. Kuil itu sendiri disebut-sebut sebagai salah satu bangunan terbesar, serta dimasukkan ke dalam Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.

Artemis sangat menyukai pegunungan dan hutan, namun ada juga banyak kota dimana dia merupakan pelindungnya. Kallimakhos menyebut Artemis sebagai Penjaga Jalanan dan Penjaga Pelabuhan. Tempat lainnya yang keramat bagi Artemis anta lain pulau Delos, di sana dia disembah bersama saudaranya; kota Gortyn, tempat dia biasanya disembah sejak Kreta Zaman Perunggu Pertengahan; Munykhia, pelabuhan di Athena.

Sumber: dari sini



readmore...

Athena

Dewi Athena

Athena adalah dewi kebijaksanaan, perang, seni dan kerajinan tangan. Dia adalah dewi perawan. Dikenal pula sebagai Athene, dia disamakan dengan dewi Minerva dari Romawi. Athena adalah putri Zeus dari istri pertamanya, Metis (kebijaksanaan), yang merupakan putri Okeanos dan Tethis.

Setelah Zeus mengalahkan ayahnya Kronos dan menjadi penguasa dunia, Gaia memperingatkannya bahwa jika Metis memiliki anak kedua, maka anak itu adalah laki-laki dan sang putra itu suatu hari akan mengalahkan Zeus, sepeti yang telah dilakukan Zeus kepada Kronos. Tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti ayahnya, Zeus pun menelan Metis ketika Metis sedang hamil.

Berbulan-bulan kemudian, Zeus merasakan sakit kepala yang amat sangat. Kemungkinan Ptometheus, atau Hefaistos, menggunakan kapak untuk membelah kepala Zeus. Tiba-tiba Athena keluar dari kepala Zeus dengan mengenakan baju zirah lengkap dan meneriakkan seruan perang. Para dewa merasa kaget dan takut melihat kejadian ini. Athena lalu melepas helmya supaya para dewa dapat melihat lebih jelas siapa dirinya.

Athena pun diterima di antara para dewa. Di kemudian hari Athena bahkan menjadi anak kesayangan Zeus.
Triton, putra Poseidon, mengasuh Athena, barangkali inilah alasan mengapa Athena memiliki julukan Tritogeneia. Kemungkinan lainnya adalah karena Athena tumbuh di Danau Tritonis di Libya.

Athena dengan berbagai atributnya

Triton memiliki seorang putri bernama Pallas, yang menjadi kawan bermain Athena. Ketika sedang bermain, secara tak sengaja Athena membunuh Pallas. Untuk mengenangnya, Athena menambahkan nama kawannya itu pada namanya sendiri. Maka, sejak itu Athena dipanggil juga dengan sebutan Pallas Athena. Athena juga pernah membuat suatu kayu untuk mengenang kawannya. Patung itu disebut Palladium, namun Zeus melempar patung itu dari langit hingga terjatuh di tenda Ilos, putra raja Tros dari Dardania.

Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai asal usul nama Pallas. Pallas adalah nama yang bisa dipakai oleh pria maupun wanita. Dalam kasus Athena, ketika digunakan sebagai nama perempuan, maka Pallas kemungkinan bermakna "gadis" atau "cewek". Akan tetapi, beberapa sejarawan modern memperdebatkan makna ini, karena Pallas juga dapat bermakna "mengacungkan".

Untuk nama Athena sendiri, maknanya tidak diketahui. Athena bisa saja merupakan nama pra-Hellen (masa sebelum kedatangan suku Doria, Ionia, dan Aiolia), kemungkinan berasal dari Minoa atau Mykenai. Athena kemungkinan padanan dari dewi Atana Potnia (A-TA-NA PO-TI-NI-JA) dari Minoa dan Mykenai.

Ada teori bahwa Athena merupakan dewi pra-Hellen, yang bermula sebagai dewi keahlian tangan, rumah, perapian, dan masyarakat dari Minoa dan Mykenai. Ketika orang-orang Hellen bermigrasi ke Yunani, mereka membawa serta Pallas, dewi perang perawan. Dua dewi diperkirakan bercampur menjadi satu dewi, dikenal sebagai Pallas Athena, yang kita ketahhui hingga saat ini. Dewi campuran ini memiliki atribut dari kedua dewa asalnya. Akan tetapi, ini lebih merupakan spekulasi daripada fakta.

 Sebagai seorang dewi perawan, dia dikenal dengan julukannya, yaitu Parthenos. Orang Yunani menanggap Athena sebagai dewi yang luar biasa cantik, dengan mata yang sangat biru, kadang-kadang dengan mata yang berkilat abu-abu, yang memberinya julukan Glaukopis ("Mata Berkilat" atau "Mata Cerah").

Dalam seni dia biasanya digambarkan membawa Aigis yang menakutkan, melambangkan awan badai hitam, dan dia bersenjatakan tombak yang sangat berbahaya (gagang petir). Dalam sajak Tameng Herakles, diduga ditulis oleh Hesiodos, disebutkan:
Ia dipersenjatai seolah-olah dia akan pergi bertempur, dengan tombak di tangannya, dan helm emas, dan aigis di bahunya. Dan pergilah ia menuju perselisihan yang mengerikan.
Karena ibunya (Metis) adalah dewi kebijaksanaan, Athena mewarisi kemampuan intelektualnya, dan salah satu julukannya adalah Polymetis. Dia melambangkan udara atas yang bersih sebagai ketajaman dan kejernihan mental, perwujudan dari semangat kebenaran dan kebijaksanaan dewata.

Namun Athena juga merupakan dewi perang. Dia ikut serta dalam perang dengan kemampuan dan kebijaksanaannya untuk mempertahankan negara, namun dia tidak bertempur seperti Ares, dengan kekejaman tak terkendali, atau demi perselisihan cinta belaka dan pembantaian biadab. Athena berperang bukan karena senang membunuh, namun lebih karena dia ingin menggunakan perang sebagai cara untuk mengembalikan keteraturan, dan dengan demikian dia sejatinya adalah dewi perdamaian. Athena lebih banyak melambangkan aspek mulia dalam perang seperti misalnya keberanian dan pengendalian diri, sedangkan Ares melambangkan aspek brutal dalam perang.

Sebagai dewi perang, Athena juga menjadi dewi pelindung bagi para pahlawan, bertindak seperti seorang kakak perempuan yang ideal, memberikan bimbingan dan panduan. Dia membantu Bellerofon untuk menjinakkan kuda bersayap, Pegasus, dengan memberikan tali kekang. Menurut beberapa sumber, Athenalah, bukannya Poseidon, yang mengajari umat manusia cara menunggangi kuda, meskipun Poseidon adalah dewa kuda.

Dewi Athena dengan senjatanya

Dalam perang antara Argos dan Thebes, Athena berniat untuk menyelamatkan prajurit kesukaannya, Tideus, dan mau menjadikannya abadi. Sayangnya Tideus ditipu oleh musuhnya dan malah memakan otak musuh. Perbuatan ini membuat Athena jijik sehingga sang dewi meninggalkannya dan membiarkan Tideus mati.

Athena juga membantu beberapa saudara tirinya, seperti Perseus dan Herakles. Dia memberi informasi kepada Perseus mengenai cara membunuh Gorgon Medusa. Athena menemani dan menasehati Herakles dalam berbagai petualangannya. Adalah Athena yang membawa Herakles untuk membantu para dewa dalam perang melawan para Raksasa (Gigant), yang dikenal sebagai Gigantomakhia. Dalam perang ini, Athena membunuh seorang raksasa bernama Pallas dengan cara menimpanya dengan sebongkah batu besar. Dia menguliti Pallas dan menggunakan kulit itu pada pakaiannya, menjadi aigis. Ada pula pendapat bahwa inilah alasan mengapa Athena menggunakan nama Pallas. Athena adalah dewi yang terkenal di antara para pahlawan, karena dia merupakan dewi kejayaan, dan salah satu julukannya adalah Athena Nike.

Athena adalah salah satu dewi yang menginginkan apel emas dalam peristiwa Keputusan Paris. Untuk membujuk Paris, Athena menawarkan kepada Paris untuk menjadikannya seorang jenderal besar yang memenangkan semua pertempuran. Karena itulah, Athena marah ketika Paris malah memberikan apel itu kepada Afrodit. Maka, dalam Perang Troya, Athena memihak pasukan Yunani, dan seringkali membantu para pahlawan kesayangannya, khususnya Akhilles, Diomedes, dan Odisseus. Dengan bantuan Athena, Diomedes berhasil melukai tidak hanya Aineias, pahlawan Troya, tetapi juga dua orang dewa yaitu Afrodit dan Ares.

Ketika Ares melawan Athena, dengan mudahnya Athena mengalahkannya. Ketika itu Ares maju ke arahnya dengan mengacungkan pedang. Athena dengan tennag melemparkan sebongkah batu besar pada Ares, membuat sang dewa terjatuh kesakitan. Athena juga menonjok payudara Afrodit, ketika sang dewi cinta berusaha menyelamatkan kekasihnya itu. Mungkin Athena melakukannya sebagai pembalasan karena Afrodit yang memperoleh apel emas dari Paris.

Itu bukan satu-satunya perkelahian antara Athena melawan Ares. Menurut Siklus Epik, Telegonia, Odisseus terlibat perang antara orang Thesprotis dan orang Brygi. Odosseus memihak Thesprotis karena dia menikahi Kallidike, Ratu Thesprotis. Ares memukul mundur pasukan Thesprotis, dan Athena pun turun untuk melawan Ares. Tidak ada rincian mengenai perkelahian ini, kecuali bahwa Apollo memisahkan mereka.

Athena ikut terlibat ketika membuat Hektor berkelahi melawan Akhilles tanpa bantuan dewata; Akhilles berhasil membunuh Hektor dalam due litu. Athena juga pernah menimpakan kegilaan pada Aias, ketika dia hendak membunuh Odisseus akibat gagal memperoleh baju zirah Akhilles.

Adalah patung Athena yang dibuat untuk mengenag kawan masa kecilnya, yang disebut Palladium, yang membuat kota Troya tidak dapat dikalahkan dalam Perang Troya.

Athena turun ke Ithaca untuk membantu Telemakhos

Pada awalnya, Palaldium disimpan di Olimpus, namun ketika Pleiad Elektra meminta perlindungan dari Zeus yang ingin memperkosanya, Zeus dengan marahnya melempar patung itu dari langit. Palladium mendarat di tenda Ilos (jika legenda ini benar, maka Palladium butuh empat generasi untuk jatuh dari langit), karena Dardanos, putra Elektra, merupakan kakek buyut Ilos.

Berdasarkan nasehat seorang peramal Troya bernama Hellenos, Odisseus dan Diomedes mencuri Palaldium dari altarnya. Menurut Vergilius dalam Aeneid, Palladium yang dicuri oleh Diomedes dan Odisseus adalah palsu, dan Aineias membawa Palladium asli ke Italia. Adalah Athena yang memberi ide kepada Odisseus untuk membuat Kuda kayu (Kuda Troya) yang membuat Troya jatuh.

Namun, amarah Athena kemudian berbalik terhadap para pemimpin Yunani. Ini akibat salah satu pahlawan Yunani, Aias Kecil, memperkosa Kassandra di altar Athena dan para pemimpin Yunani lainnya tidak memapu mencegahnya. Athena lalu meminta Poseidon menghancurkan sebagian besar armada Yunani melalui badai di lautan.

Akan tetapi, Athena terus membantu Odisseus, dan menjadi pelindung uatama keluarganya selama ketidakhadiran Odisseus. Dia muncul dalam beragam penyamaran, menawarkan nasehat kepada Penelope dan Telemakhos. Dia bahkan menemani Telemakhos dalam perjalanan ke Pylos dan Sparta, dalam wujud Mentor, kawan lama Odisseus. Dia menyemangati Odisseus dan Telemakhos dalam pertempuran melawan para pelamar Penelope, dan memaksa keluarga para pelamar untuk berdamai dengan Odisseus.

Athena kemungkinan adalah dewi keadilan juga. Ketika Erinyes menyiksa Orestes dan menimpanya dengan kegilaan, Athena bertindak sebagai hakim dalam pengadilan Orestes di kota Athena. Ketika hasil suara para juri sama antara memutuskan Orestes bebas atau bersalah, Athena memberikan suara untuk membela Orestes. Dengan demikian, Orestes pun ditetapkan tak bersalah atas pembunuhan ibunya.

Athena dan Poseidon bersaing untuk menjadi dewa yang paling utama di kota Athena

Kekrops adalah raja Attika (pada masa itu, daerah itu bernama Kekropia), ketika Athena dan pamannya Poseidon bersaing untuk menjadi dewa pelindung kota itu. Akhirnya rakyat kota memutuskan bahwa Athena berhak menjadi pemenangnya dan menjadi dewi pelindung kota itu, karena sang dewi menumbuhkan pohon zaitun yang bermanfaat dari batu di Akropolis. Kota itu pun diberi nama sesuai nama dewi Athena.

Suatu ketika Hefaistos berusaha memperkosa Athena. Sang dewi mampu menghindar, dan Hefaistos pun gagal melampiaskan nafsunya. Namun karena sudah amat bernafsu, ari mani Hefaistos keluar dan jatuh di tanh Akropolis. Air mani itu menghamili Gaia (bumi), dan terlahirlah Erikhthonios. Beberapa berpendapat bahwa Athena adalah ibu kandung Eirkhthonios tanpa kehilangan keperawanannya; air mani Hefaistos munncrat dan mengenai paha Athena, yang dibuang dan terjatuh ke tanah. Erikhthonios adalah seorang bayi yang memiliki ekor ular. Athena menyembunyikannya dalam sebuah peti. Dia lalu memberikan peti itu kepada Herse dan Agraulos, para putri Kekrops. Athena melarang mereka untuk membuka peti itu. Akan tetapi, kedua bersaudari itu sangat penasaran dan mengabaikan larangan Athena. Mereka nekat membuka peti itu. Setelah itu mereka menjadi gila dan melompat dari Akropolis hingga akhirnya mati. Mereka gila entah karena kaget melihat penampilan Erikhthonios atau karena ditimpa kegilaan oleh Athena.

Sebagai dewi keahlian tangan, Athena menciptakan suling, namun membuangnya ketika Hera dan Afrodit tertawa melihat wajah Athena ketika meniupnya. Athena marah dan mengutuk sipapaun yang mengambil alat musik yang telah ia buang. Seorang satir bernama Marsias mengambil suling itu dan menantang Apollo dalam suatu kontes musik. Marsias kalah dan dia dihukum dengan cara dikuliti oleh Apollo.

Athena pernah menolong Argos untuk membangun kapal Argo bagi Iason dan para krunya. Namun, Athena tidak banyak berperan dalam perjalan mereka.

Julukannya antara lain Mekhanitis ("Pelindung usaha"), Nike ("Kejayaan"), Pallas ("Gadis"), Parthenia, Parthenos ("Dewi perawan"), Polymetis ("Cerdas"), Promakhos ("Pelindung"), Soteira ("Penyelamat"), dan Tritogeneia ("Terlahir Triton").

Tempat pemujaan Athena tidak hanya di kota Athena, melainkan juga di Argos, Sparta, dan Troya. Pohon zaitun dikeramatkan untuknya, dan hewan keramatnya adalah kuda, elang laut, ayam jago, dan ular, sedangkan burung kesukaannya adalah burung hantu.

Sumber: dari sini




readmore...

Selasa, 02 April 2013

Dionisos

Dewa Dionysus

Dionisos adalah dewa anggur dan pesta. Dia adalah putra Zeus dan Semele, anak perempuan Kadmos dan Harmonia. Dia dikenal pula sebagai Bakkhos dan oleh bangsa Romawi disebut Liber.

Semele masih dalam keadaan hamil ketika tewas. Zeus lalu menyelamatkan bayi Dionisos yang belum lahir dari rahim Semele dan memasukkanya ke dalam pahanya, hingga sang bayi siap untuk dilahirkan.

Silenus mengasuh bayi Dionysus

Beberapa mengatakan bahwa bibi Dionisos, Ino, membesarkannya di Orkhomenos, bersama suaminya, Athamas. Ino mendandani Dionisos seperti anak perempuan supaya tidak dikenali oleh Hera. Akan tetapi Hera tetap mengenali Dionisos dan menghukum Ino dan Athamas dengan membuat mereka menjadi gila. Mereka bahkan membunuh anak-anak mereka sendiri. Untuk menyembunyikan Dionisos, Zeus mengubahnya menjadi seekor anak kambing dan memerintahkan Hermes untuk menitipkannya pada Nisa, seorang nimfa. Silenos mengajari Dionisos rahasia-rahasia alam dan bersama-sama mereka menciptakan minuman anggur.

Adegan kisah Dionysus dan para bajak laut

Setelah Dionisos tumbuh dewasa, Hera mengenalinya dan menimpakannya dengan kegilaan. Dionisos berkeliling dunia, hingga sejauh India. Ketika dia tiba di sebauh sungai, Zeus mengirim seekor singa, dan dengan menunggangi singa itulah Dionisos menyeberangi sungai itu, sehingga sungai itu dinamai sungai Tigris, satu dari dua sungai utama di mesopotamia. Dalam perjalananya, Dionisos mengajari manusia cara membudidayakan anggur serta cara membuat minuman anggur. Dia ditemani oleh para satir dan nimfa. Para pengikutnya dikenal sebagai Bakhhant. Wanita yeng mengikutinya disebut Mainad.

Dionysus membawa wadah minum
 
Suatu ketika sekelompok bajak laut menangkap Dionisos dan berniat menjualnya sebagai budak. Hanya juru mudi yang mengakui Dionisos sebagai dewa setelah menyadari bahwa Dionisos tak dapat diikat. Sementara bajak laut lainnya tak percaya dan mengejek sang juru mudi ketika dia memeperingatkan mereka bahayanya menganggu dewa.

Akhirnya Dionisos menunjukkan kekuatannya. Tanaman anggur muncul begitu saja di sana dan menyelimuti kapal, sedangkan geladak kapal dipenuhi oleh air anggur. Dionisos membuat para bajak laut itu menjadi gila sehingga mereka mulai berkhayal. Para bajak laut mengira bahwa mereka melihat hewa liar di kapal. Mereka melompat supaya tidak diserang oleh hewan-hewn itu. Begitu mereka masuk ke air, para bajak laut berubah menjadi lumba-lumba. Hanya juru mudi yang selamat.

Dionisos turun dari kapal di pulau Naxos. Dia sana dia menemukan Ariadne, putri Minos dan Pasifae, dan jatuh inta padanya. Ariadne sendiri ditinggilkan di sana oleh Theseus.

Dionisos menikah dengan Ariadne, dan, menurut Hesiodos, Zeus membuat Ariadne abadi supaya dapat hidup selamanya bersama Dionisos.

Dionysus bersama Silenus

Dionysus bersama Silenus

Dionisos sering menghukum orang yang tak mau menyembahnya. Bibinya, Agave, Autonoe dan ino menyebarkan berita bahwa ayah Dionisos hanyalah manusia biasa. Dionisos menghukum mereka dengan cara membuat mereka menjadi gila sehingga mereka menjadi pengikut Dionisos. Mereka pun ikut serta bersama para Bakkhant dalam ritus mereka, yang berupa pesta pora dan pesta seks. Ketika sepupunya, Pentheus, raja Thebes, menolak mendirikan penyembahannya di kota, Dionisos mejadikan tubuhnya dikoyak-koyak oleh ibu dan bibinya sendiri dengan cara membuat mereka melihat Pentheus sebagai singa atau babi hutan.

Dionysus memegang thirsos

Di Thrakia, Dionisos menghukum Orfeus, seorang musisi mistis dan salah satu Argonaut. Orfeus dikoyak-koyak oleh para pengikut Dionisos. Akan tetapi, dalam mitos Orfik, Orfeus sebenarnya merupakan pendeta utama Dionisos.

Likurgos, raja Thrakia, mengejar-ngejar Dionisos dengan galah lembu dan mengurung para pengikut Dionisos. Ayah Dionisos, Zeus menghukum sang raja dengan cara membuatnya gila sehingga membunuh anaknya sendiri, Diras. Likurgos sendiri kemudian dikoyak-koyak oleh kuda-kudanya sendiri, yang biasanya digunakan olehya untuk balapan kereta perang.

Raja Midas pernah menyelamatkan Silenos, kawan Dionisos, dari Likurgos. Atas kebaikannya, Dionisos memberi Midas kemampuan untuk mengubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas. Namun hadiah ini ternyata menjadi sebuah kutukan ketika Midas tak dapat makan dan minum akibat makanan dan minumannya berubah menjadi emas. Midas mungkin akan mati kelaparan kalau saja Dionisos tidak muncul dan memberitahu cara menghilangkan kekuatannya.

Dionisos pernah berselingkuh dengan Afrodit, yang memberinya putra bernama Pirapos, dewa kesuburan. Priapos sendiri selalu digambarkan sebagai dewa mirip satir yang buruk rupa dengan ukuran alat kelamin yang sangat besar.

Dionisos merupakan salah satu dewa yang bertempur bersama Herakles melawan para Gigant. Dia melawan raksasa Euritos dan membunuhnya menggunakan thirsos, tongkatnya.

Dionisos turun ke Dunia Bawah, membebaskan ibunya, Semele. Setelah itu Dionisos atau mungkin Zeus mengubahnya menjadi dewi abadi, dan namanya diganti menjadi Thione. Thione atau Semele menjadi dewi ibu. Dionisos naik ke Olimpus dan diterima oleh para dewa di sana, dengan membawa serta ibunya. Beberapa percaya bahwa Dionisos merupakan salah satu dewa Olimpus.

Hera pada awalnya enggan menerima Dionisos sebagai dewa Olimpus, namun semua itu berbah setelah Dionisos menolong Hera. Suatu ketika Hefaistos menjebak Hera pada suatu tahta emas. Adalah Dionisos yang berhasil membujuk Hefaistos untuk membebaskan Hera. Dia melakukannya dengan cara membuat Hefaistos mabuk.

Tanaman anggur dan ivy adalah kesukaan Dionisos. Hewan kesukaannya adalah lumba-lumba, ikan, dan kambing (karena dulu ia pernah diubah menjadi anak kambing). Dionisos biasanya digambarkan tanpa janggut, meskipun ada pula penggambarannya dengan janggut. Dalam seni, Dionisos terkadang digambarkan sebagai pemuda mirip perempuan, karena dia pernah menyamar sebagai perempuan ketika bersembunyi dari Hera, tapi kemudian dia dibuat gila setelah Hera berhasil menemukannya. Ini terjadi ketika Dionisos dewasa, dan dia pun memulai perjalanannya ke timur. Dia dikenali, mengenakan lingkaran ivy di kepalanya dan memakai kulit hewan. Biasanya dia ditampilkan membawa wadah minum, namun dia terkadang membawa pula tongkat thirsos.

Julukannya antara lain Bakkhos, Bromios (pemetir), Dendriltes (dia pemilik pepohonan), Iakkhos (di Eleusis, kemungkinan identik dengan Bakkhos), Lenaios (dia pemilik anggur), dan Likaios (dia yang membebaskan).

Para pengikut Dionysus dalam ritual mereka

Dionysus bersama panther

Ada banyak kultus dan festival Dionisos yang diselenggarakan di seluruh Yunani, serta di Rmawi. Festival-festival ini disebut Bakkhanalia atau Dionisia dan digelar pada beberapa waktu berbeda. Ada beberapa jenis festival Dionisos berbeda, misalnya Dionisia Besar, Dionisia Kecil, Anthesteria dan Oskhoforia. Banyak dari festival dan kultus ini melibatkan kegiatan minum anggur, pesta pora dan pesta seks.

Di Romawi, dia dikenal dengan nama Liber atau Bacchus, dan festivalnya digelar pada tanggal 17 Maret.

Beberapa penulis menyebutkan bahwa ada lebih dari satu Dionisos. Sejarawan Sisilia Diodoros (abad ke-1 SM) menuturkan bahwa ada tiga dewa bernama Dionisos. Dionisos tertua berasal dari India, Dionisos kedua merupakan putra Zeus dan Persefone (Dionisos yang ini jelas berasal dari mitos Orfik, yang mana Dionisos dikenal pula dengan nama Zagreus, sedangkan Dionisos ketiga adalah Dionisos yang paling terkenal, dan merupakan dewa anggur dengan nama Bakkhos, yang merupakan putra Zeus dan Semele.

Bakkhos Dionisos harus dipisahkan dari Dionisos putra Zeus dan Persefone. Dalam mitos Orfik, Dionisos atau Zagreus, putra Persefone, dibunuh dan dimakan oleh para Titan ketika masih bayi, namun jantungnya berhasil diselamatkan. Zeus menelan jantungnya dan Dionisos dilahirkan kembali sebagai putra Semele, yang mana dia kemudian dikenal sebagai Bakkhos Dionisos. Bakkhos dengan demikian merupakan reinkarnasi dari Dionisos-Zagreus.

Agaam misteri Orfik cukup keras dibanding kultus Dionisos lainnya, yang biasanya melibatkan mabuk-mabukkan dan pesta seks. Dalam kultus Orfik, pantangan lebih ditekankan. Musisi dan penyair mitos Orfeus, dikatakan sebagai pendiri gerakan Orfik ini. Orfeus disebutkan menulis sejumlah sajak dan lagu yang menjadi dasar agama Orfik. Akan tetapi, sebagian besar dari karya awal ini sudah hilang, dan yang masih tersisa pun hanya ada dalam bentuk fragmen-fragmen. Mitos Penciptaan Orfik sendiri ditulis agak terlambat, pada masa para penulis Neoplatonisme.

Inti kepercayaan dalam gerakan Orfik adalah untuk mencapai Elision, Pulau Keberkahan. Ketika seseorang mati, hanya orang yang banyak berbuat baik yang berhak masuk ke Elision dan menjalani kebahagiaan di sana. Mungkin butuh beberapa kali kehidupan bagi seseorang untuk dapat mencapai Elision. Agama Orfik juga mengadopsi kepercayaan pada reinkarnasi. Mitos Orfik dengan jelas menunjukkan bahwa Dionisos bereinkarnasi sebelum menjadi dewa. Bagi orang biasa, Elision hanya dapat dicapai melalui inisiasi ke dalam misteri Orfik dan dengan menjalani kehidupan yang keras, tidak memakan daging atau meminum anggur, serta menghindari hubungan seksual. Orang yang menjalani hidup penuh dosa akan dihukum di neraka atau Tartaros, atau akan terus mengalami reinkarnasi.

Bagi para penganut misteri Orfik, Dionisos bukan hanya dewa anggur dan kegembiraan, melainkan pula dewa khthonik kesuburan, dan selain itu, dewa reinkarnasi dan penguasa tertinggi dunia, setelah Zeus.

Sumber: dari sini



readmore...

Hefaistos

Dewa Hephaestus

Hefaistos adalah dewa api dan pandai besi. Hefaistos dikenal oleh bangsa Romawi sebagai Vulcan atau Mulciber.

Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Hefiastos adalah putra Zeus dan Hera, namun mitos yang lebih populer menyatakan bahwa Hera melahirkannya tanpa pasangan. Hera melakukannya karena dia iri setelah melihat Zeus melahirkan Athena tanpa pasangan.

Hefaistos adalah dewa yang pincang. Ada beberapa versi mengenai mengapa dia menjadi pincang:
  • Hefaistos terlahir pincang
  • Hera menghancurkan kapal Herakles di Kos. Ini membuat Zeus murka kepada Hera. Hefaistos berusaha melindungi ibunya dan akibatnya dia dilempar oleh Zeus dari Olimpus. Hefaistos terjatuh di bumi dan menjadi pincang. Dia lalu diselamatkan oleh dewi laut Thetis. Sebagai balasannya, di kemudian hari pada Perang Troya, Hefaistos membuatkan baju zirah bagi pura Thetis.
  • Menurut versi yang paling populer, Hera melahirkan Hefaistos tanpa pasangan. Hera mendapati bahwa Hefaistos buruk rupa dan melemparkannya dari Olimpus. Hefaistos terjatuh di bumi dan menjadi pincang. Setelah dewasa, Hefaistos menyusun rencana basa dendam kepada ibunya. Dia membuat sebuah tahta emas dan mengirimkannya ke Olimpus sebagai hadiah untuk ibunya. Ketika Hera duduk di tahta itu, dia langsung terjerat dan tak mampu melepaskan diri. Para dewa berusaha membujuk Hefaistos untuk membebaskan Hera. Pada akhirnya Hefaistos bersedia melakukannya entah karena Dionisos membuatnya mabuk atau karena dia dijanjikan akan dinikahkan dengan Afrodit.
Dalam Iliad, Hefaistos disebutkan sebagai suami Aglaia, Kharites yang termuda, namun dalam Odisseia, istri Hefaistos adalah Afrodit, yang banyak berselingkuh, terutama dengan dewa perang Ares.

Homeros menuturkan sebuah kisah mengenai bagaimana Hefaistos membuat perangkap untuk menjebak istrinya bersama selingkuhannya. Hefaistos memasang semacam jaring di ranjangnya dan kemudian pura-pura pergi. Melihat kepergian Hefaistos, Afrodit langsung saja bercinta dengan Ares di ranjang suaminya. Pada saat itu perangkap Hefaistos bekerja dan menjebak mereka berdua, membuat mereka tak dapat bergerak. Hefaistos lalu memanggil para dewa lainnya untuk mempermalukan istrinya dan Ares, yang sedang terbaring telanjang tak berdaya. Banyak dari para dewa menertawakan perbuatan mereka.

Hephaestus memegang perisai buatannya

Hefaistos menolak melepaskan mereka, hingga akhirnya Poseidon membujuknya dengan berjanji bahwa dia akan membar ganti rugi atas perbuatan mereka. Poseidon memiliki motif tersembunyi mengapa dia ingin membantu melepaskan Afrodit, yaitu karena Poseidon juga ingin bercinta dengan Afrodit setelah melihatnya dalam keadaan telanjang.

Hefaistos pernah berusaha memperkosa dewi perawan Athena. Usahanya gagal dan air maninya berceceran ke tanah di Akropolis dan membuahi dewi bumi Gaia. Gaia pun melahirkan Erikhthonios, yang berwujud separuh manusia separuh ular. Erikhthonios kelak menjai salah satu raja terawal kota Athena.

Heaistos mungkin mempunyai putra lainnya yang bernama Palaimon dari Aiolia, yang menjadi salah satu Argonaut. Beberapa pendapat lainnya mengatakan bahwa Palaimon merupakan putra Lernos.

Sebagai dewa pandai besi, dia membuat banyak senjata dan zirah bagi para dewa lainnya, serta membangun istana-istana indah bagi mereka di Olimpus. Dia juga membuat baju zirah bagi manusia, misalnya untuk Herakles, Peleus (suami Thetis), dan Akhilles (putra Peleus dan Thetis). Dia membuat baju zirah untuk Akhilles atas permintaan Thetis dan sebagai balasan karena dulu Thetis pernah menyelamatkannya ketika ia jatuh dari Olimpus. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Hefaitos bekerja dengan dibantu oleh para Kiklops.

Pada Perang Troya, Hefaistos memihak pasukan Yunani. Ketika dewa sungai Skamandros berusaha menenggelamkan Akhilles, Hefaistos datang untuk membantu Akhilles. Dia mengancam akan menenggelamkan sungai Skamandros dengan apinya jika sang dewa sungai tak mau membebaskan Akhilles. Dincam seperti itu, Skamandros dengan cepat menuruti perintah Hefaistos.

Sumber: dari sini

readmore...
Jasa Desain Cover