Social Icons

Jumat, 29 Maret 2013

Adrasteia

Adrasteia

Adrasteia adalah Keniscayaan. Adrasteia ada bersama Khronos (Waktu) sejak segala sesuatu bermula, sejak dunia belum diciptakan. Nama lainnya adalah Ananke.

Seperti halnya Khronos, Adrasteis berwujud ular atau naga betina raksasa. Adrasteia adalah ibu Khaos, Erebos, dan Aither.

Sumber: dari sini
readmore...

Khronos

Chronos

Sebelum dunia dan para dewa diciptakan, tidak ada apapun kecuali Waktu, yang oleh orang Yunani disebut Khronos, serta Keniscayaan, yang disebut Arasteia atau Ananke. Ini adalah masa yang disebut Waktu Abadi karena waktu tidak terbatas dan tidak tentu, yang disebut juga sebagai Aion.

Menurut beberapa sumber, Khronos berwujud ular atau naga bersayap besar dengan tiga kepala, yaitu kepala banteng, singa, dan manusia. Khronos juga digambarkan sebagai seorang pria tua yang bersayap

Khronos bercinta dengan Adrasteia. Anak-anak mereka antara lain Khaos, Erebos, dan Aither. Mereka juga menghasilkan Telur Semesta (Telur Dunia). Ketika telur itu menetas terlahirkah Protogonos ("lahir pertama"). Protogonos dikenal juga sebagai Fanes (dewa cahaya). Protogonos adalah dewa pertama dan sekaligus dewa pencipta.

Sumber: dari sini
readmore...

Ofion (Dragon Ophion)

Dragon Ophion

Ofion adalah ular purba atau Ular Dunia. Dia adalah ular yang diciptakan oleh Eurinome, yang menggulung udara dan air menjadi makhluk hidup. Eurinome kemudian menjadi istrinya.

Dalam Argonautika, Apollonios dari Rhodos menulis kisah penciptaan dunia yang berbeda dari kisah yang lebih ppopuler versi Hesiodos. Apollonios menceritakan Ofion dan Okeanid Eurinome sebagai penguasa awal dunia, bukan Gaia dan Uranus.

Ofion adalah dewa yang tidak jelas, dan hanya diceritakan dalam Argonautika. Jadi tidak banyak yang diketahui tentangnya. Nampaknya Ofion merupakan dewa purba pertama.

Ketika langit, bumi, dan lautan diciptakan, dan dunia mulai dihuni berbagai makhluk, Ofion dan Eurinome berkuasa dari Olimpus. Namun kemudian para Titan memberontak melawan mereka. Titan Kronos dan Rea menggulingkan Ofion dan Eurinome, lalu melempar mereka ke dalam samudra Okeanus. Kronos dan Rea kemudian menjadi penguasa dunia.

Sumber: dari sini
readmore...

Eurinome

Eurinome

Eurinome adalah Dewi Semua Benda. Dia dalah dewi ibu dan dewi pencipta agung. Eurinome mungkin juga adalah dewi matahari dan bulan. Suami Eurinome adalah Ofion.

Menurut Apollonios dari Rhodos, makhluk pertama adalah Eurinome, putra Okeanos. Eurinome mungkin sama atau berbeda dengan nimfa Okeanid bernama Eurinome. Kedunya merupakan anak perempuan Okeanos, namun menurut Apollonios, Okeanos bunkanlah Titan, melainkan samudra purba. Okeanos versi Apollonios lebih seperti Khaos versi Hesiodos daripada Okeanos versi Hesiodos.

Eurinome bercinta dengan Ofion dan menghasilkan Telur Semesta, yang menetas dan memunculkan dunia beserta sisinya, seperti bumi, langit, dan lautan, dan mengisinya dengan hewan. Eurinome beserta Ofion adalah yang pertama berkuasa di Olimpus, sebelum mereka digulingkan oleh para Titan, Kronos dan Rea. Kronos bertarung dengan Ofion, sedangkan Rea bertarung dengan Eurinome. Pada akhirnya Eurinome dan Ofion dijatuhkan dari langit ke dalam samudra. Ini menunjukkan bahwa versi Apollonios menggunakan Eurinome dan Ofion sebagai pengganti Gaia dan Uranus.

Sumber: dari sini
readmore...

Okeanos (Oceanus)

Oceanus

Menurut Homeros dan Apollonios dari Rhodos, Okeanos bukanlah Titan seperti disebutkan oleh Hesiodos, melainkan merupakan dewa sekaligus personifikasi laut awal.

Menurut Homeros, para dewa muncul dari Okeanos dan Tethis. Seperti halnya menurut Hesiodos, samudra Okeanos mengelilingi lempengan datar bumi (Gaia). Samudra Okeanos adalah batas terluar alam semesta, tempat matahari tidak bersinar.

Menurut Apollonios, Okeanos kemungkinan adalah ayah dari dewi pencipta, Eurinome. Eurinome barangkali menciptakan dirinya sendiri dari Okeanos, atau dilahirkan dari Okeanos.
Sejarawan Yunani kuno, Diodoros Sikolos, menulis:
Karena aku pergi untuk melihat bumi yang berlimpah
Okeanos sumber para dewa dan Thetis yang agung
Ibu mereka
Meskipun tidak ada mitos Okeanos sebagai dewa pencipta, selain catatan singkat yag tersebar di berbagai sumber kuno, kita hanya dapat menduga-duga mengenai perannya dalam mitos penciptaan.

Sumber: dari sini
readmore...

Demiurgos

Demiurgos, bermakna "pencipta", "pembuat", "pembangun", atau "perancang adalah nama yang pertama kali digunakan oleh filsuf Athena, Plato (428-347 SM).

Plato adalah murid dan pengikut Sokrates. Meskipun Sokrates tidak meninggalkan karya apapun tentang filsafat, namun Plato banyak menggunakan Sokrates dalam dialog-dialognya. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak ajaran asli Sokrates yang ada dalam karya Plato. Karya-karya Plato beragam mulai dari politik sampai ilmu alam: beberapa di antaranya bersifat keagamaan dan metafisik.

Menurut dialog Plato, Timaios, Demiurgos adalah pencipta agung alam semesta dan dia menciptakan Telur Dunia, langit, bumi, dan lautan, selain juga dewa-dewa rendah lainnya. Adalah para dewa rendah yag menciptakan manusia dan semua makhluk hidup (hewan, tanaman, dll). Demiurgos versi Plato pada dasarnya merupakan pencipta yang baik.

Bagi sekolah Gnostik dan beberapa lainnya, penggunaan Demiurgos menjadi berubah. Demiurgos menjadi dewa atau malaikat yang sombong, yang mengira telah menciptakan dunia materi fisik. Biasanya, Demiurgos digambarkan berjenis kelamin dua; dia memiliki alat kelamin jantan dan betina sehingga mampu melahirkan tanpa pasangan.

Dewa atau makhluk sombong lainnya dapat disebut pula dengan nama Demiurgos, misalnya Ofion atau Ular Dunia, yang bercinta dengan Dewi Pencipta Eurinome. Eurinome melahirkan sebutir telur perak (Telur Semesta), yang menghasilkan keseluruhan dunia serta isinya. Ofion dengan sombongnya mengatakan bahwa dia sendirian yang menciptakan dunia. Akibatnya Eurinome melemparnya ke Tartaros.

Dalam mitos Orfik, Demiurgos biasanya disebut sebagai Zeus. Zeus menelan Protogonos, pencipta alam semesta, sekaligus menelan seluruh alam semesta. Dengan alam semesta di dalam perutnya, Zeus memiliki kekuatan untuk menciptakan ulang dunia.

Sumber: dari sini
readmore...

Euribia

Euribia adalah anak perempuan Gaia dan Pontos. Euribia menikahi Titan Krios, dan menjadi ibu dari Astraios, Perses, dan Pallas.

Hesiodos menyebutkan bahwa Euribia memiliki jantung dari batu api. Hesiodos juga menyebut Euribia sebagai dewi terang.

Sumber: dari sini
readmore...

Kamis, 28 Maret 2013

Forkis (Phorkys)

Phorkys

Forkis adalah dewa laut kuno. Forkis merupakan putra Pontos dan Gaia. Forkis kemungkinan merupakan dewa laut yang penting sebelum Poseidon muncul. Forkis bercinta dengan saudarinya, monster Keto, dan menjadi ayah dari para Gorgon, Graiai, dan kemungknan Ekhidna serta Ladon.

Sumber: dari sini
readmore...

Nereus

Nereus

Nereus adalah dewa laut kuno. Dia adalah putra Pontos (lautan) dan Gaia (bumi). Nereus adalah saudara Forkis, Euribia, Thaumas (ayah Iris), dan monster laut Keto.

Nereus menikahi seorang Okeanid bernama Drois, yang melahirkan lima puluh nimfa laut, dikenal sebagai para Nereid. Nereid yang terkenal antara lain Thetis, Psamathai dan Galateia.

Nereus memiliki kemampuan meramal masa depan serta kemampuan mengubah bentuk.

Sumber: dari sini
readmore...

Pontos

 
Pontos
Pontos adalah personifikasi lautan. Pontos lahir dari Gaia, bersama Uranus (langit) dan Ourea (pegunungan). Pontos secara harfiah berarti "laut".

Pontos bercinta dengan ibunya, Gaia, dan menjadi ayah dari Nereus dan Forkis, dan juga Euribia, Thaumas (ayah Iris), dan monster laut Keto. Sebagai dewa laut, putranya Nereus menjadi lebih penting daripada Pontos sendiri.

Pontos dikatakan memiliki seorang istri bernama Thalassa (Dione), seorang dewi laut, kemungkinan putri Okeanos dan Thetis.

Sumber: dari sini
readmore...
Jasa Desain Cover